Selasa, 16 Juni 2020

Jurnal Kupu-kupu Pekan Keempat



Assalamualaikum,

Alhamdulillah tidak terasa kuliah di kelas Bunda Cekatan memasuki pekan keempat. Masih terus bersiap menjadi kupu-kupu yang cantik. Maklum saja aku masih kupu-kupu muda. Lihat sayapku belum tumbuh sempurna.

Hai, apa yang menarik di pekan keempat kali ini?

Ternyata pekan keempat kali ini seluruh kupu-kupu cantik diminta check in. Waw, untuk apa perlu check in? Untuk terus saling menggali dan memahami hati antara mentor dan mentee sebelum melanjutkan program mentorship. Sebelum terlanjur saling terikat pada tujuan bersama yang dipilih.

Duh, jadi ingat syair lagu duet antara Broery dan Dewi Yull...

Ketika pertama ku jumpa denganmu
Bukankah pernah kutanyakan padamu?
Takkan kecewakah kau pada diriku?
Tidak menyesalkah kau hidup denganku?

Sebelum terlanjur
Kita jauh melangkah
Kau katakan saja

Ah, cocok sekali lagunya hehe. Agar tidak ada penyesalan, maka saling mengenal dan merasa nyaman akan sangat membantu dalam program mentorship kali ini. Nah penasaran dong dengan perjalan kupu-kupu cantik? Yuk ikuti ceritaku saat belajar sebagai mentee.

Aku sebagai Mentee
Nah jadi, sebelum melenggang ke tahap lanjut aku pun kembali berdialog mesra dengan mentor kece Mbak Ayu. Dalam dialog aku check in dong dan curhat sedikit. Aku merasa nyaman didampingi mbak Ayu.

Karena aku diberi kebebasan belajar sesuai kemampuan dan waktu yang aku punya. Aku juga meminta tips dan saran bagaimana menghilangkan rasa malas untuk menulis padahal rencana menggebu-gebu. Mbak Ayu mengatakan harus tetap komit memegang jadwal yang ditulis sendiri. Jangan mau kalah dengan rasa malas dan banyak alasan. Jleb banget, kalau banyak alasan dan menunda pastinya buku tidak akan pernah dimulai. Satu buku dimulai dari kalimat pertama betul kan?

Dilanjut dengan pertanyaan terkait calon proyek buku solo. Aku juga menyusun dalam sebuah mind map.

My action plan

Saat aku meminta saran idealnya berapa halaman dalam setiap bab, Mbak Ayu menjawab bahwa tergantung berapa halaman buku yang mau dibuat, jadi minimal tulis dulu agar nanti bisa mengelola poin pada bab mana dalam buku yang memiliki makna istimewa. Yes, siap Mbak.

Obrolan ringan, singkat, padat kami berdua mengerucutkan pendapat yang sama bahwa mentorship lanjut. Tak ingin pindah ke lain hati. Semoga proyekku  berjalan lancar aamiin.

Aku sebagai Mentor

Alhamdulillah juga dua sahabatku  Mbak Nika dan Mbak Nora lanjut juga di tahap mentorship.

Mbak Nika sudah mulai praktik memasak dan memotret hasil masakannya lalu diunggah ke instagram pribadinya. Dengan menggunakan hastag tertentu. Mantap dan bahagia melihatnya.

Mbak Nora juga semakin semangat membuat camilan. Sudah percaya diri untuk berbagi resep di luar keluarga inti. Barakallah..
Semoga impiannya untuk bisa produktif pada hasil masakan bisa terwujud aamiin.

Ibarat berenang di lautan yang berair asin. Makin diminum, makin terasa haus sekali. Seperti itu pun dengan ilmu. Makin belajar, makin terpesona akan banyaknya ilmu yang belum dikuasai. Mari terus menimba ilmu sambil membagi ilmu yang kita bisa.

Semoga program ini memberi manfaat kebaikan dunia dan akhirat sehingga Allah catat sebagai amal kebaikan aamiin.

Kupu-kupu muda, bersiap perlahan.mengenal lingkunganmu. Jadilah dewasa dengan setiap detik penuh proses yang bermakna. Semangat.

Wassalamualaikum

#LindaDwihapsari
#JurnalKeempat
#TahapKupukupu
#BundaCekatanBatch1
#IIPLampung
#InstitutIbuProfesional

1 komentar:

Terimakasih sudah berkunjung. Silahkan komentar yang baik dan sopan, agar saya bisa mengunjungi balik blog anda.

Komitmen GGF dalam Menerapkan Ekonomi Sirkular untuk Bumi yang Lebih Lestari

Pagi yang cerah, hiruk-pikuk pedagang di pasar tradisional terdengar riuh. Dengan tetap memakai masker aktivitas jual beli berjalan normal...

Popular Posts