Selasa, 07 April 2020

Satu Hari Satu Masker


Assalamualaikum,

Halo semua apa kabar? Semoga selalu sehat dan bahagia ya. Tak terasa sudah memasuki bulan April. Suasana juga masih prihatin dan banyak kegiatan di rumah saja. Nah kali ini puasa minggu keduaku adalah satu hari satu masker.

Judul tersebut saya pilih untuk membuang rasa malas jahit dan qodarullah masker kain sangat dibutuhkan saat keluar rumah. Karena masker kesehatan juga langka, lebih manusiawi diprioritaskan untuk tenaga medis yang ada di garda depan dalam menangani pandemi Covid 19.

Memang tahap kepompong ini benar-benar memaksa saya tidak terlena untuk kebanyakan rebahan. Harus bergerak dan produktif. Maka rencana mulai saya susun untuk persiapan. Yang pertama adalah membongkar perca, mencari yang ukurannya sesuai untuk masker saya pakai ukuran 20x22 cm.

Tapi, semua rencana sirna, saat ada surat edaran kalau ada larangan mudik lebaran. Hua, langsung lemas dan tak semangat buat melakukan apa yang direncanakan. Ditambah Milo kucing kesayangan hilang. Lengkap sudah kesedihan di hati ini. Alhasil seharian hanya keluar masuk kamar tapi juga ga bisa tidur. Badge merah deh buat hari pertama, karena saya tidak berusaha memanaj hati malah terbawa suasana.

Sedang dalam Islam dianjurkan untuk tetap semangat mengatur waktu untuk hal yang bermanfaat. Terasa tersentil saya. Walau target satu hari satu juz terlaksana tapi di hati ini masih ada sepi. Hayo Linda, dialog dengan Allah ditambah lagi deh ya. Siap doakan saya terus ya teman.

Memasuki hari kedua, semangat untuk bongkar perca sudah ada. Alhamdulillah terkumpul beberapa potong perca. Dan untuk suami, saya ambilkan dari sapu tangan kain yang baru dijahit kemudian nanti dimodifikasi. Very good untuk kali ini.

Kain perca untuk masker kain

Hari ketiga sampai ketujuh saya benar-benar berusaha untuk melawan malas. Apalagi suami work from home hihi, harus semangat dong kan ada temannya.  Mulailah saya melihat tutorial di Youtube, lalu melihat contoh masker kaos yang saya punya. Saya pun harus cari akal untuk mengganti tali karet dengan kain yang ada. Agar tak harus belanja ke toko alat jahit. Ya memaksimalkan kain yang ada saja.

Akhirnya saya menemukan pola untuk membuat masker kain dobel dengan satu sisi bisa dibuka untuk tisu.

Masker kain
Bahan kain 20x22 cm dua buah
Tali kain 4x70 cm 2 buah
Jarum
Benang
Mesin

Cara membuatnya sama seperti yang di tutorial ya, teman-teman bisa cari sendiri. Setelah mengatur waktu dan semangat, akhirnya satu hari satu masker bisa saya selesaikan. Tapi jahitan belum rapi, masih mencong-mencong. Ini untuk pemakaian pribadi sudah baguslah, mengurangi masker sekali pakai juga.

5 masker 5 hari
Bagaimaba teman? Cantik ya masker hasil jahitan saya? Ini maskernya bolak-balik dan ada satu sisi yang terbuka bisa diberi tisu. Untuk tali memakai kain juga dan saat dipakai masker ini menutup sampai bawah dagu. Nyaman dipakai katena terbuat dari kain katun Jepang yang adem. Saya yang motif, untuk suami yang polos agar terlihat maskulin. Alhamdulillah suami senang dijahitkan masker sendiri. Dan kali ini rapornya adalah sebagai berikut.

Apresiasi diriku

Menjahit merupakan salah satu hal yang saya suka dan bisa. Tapi memang butuh fokus dan waktu tersendiri untuk mengerjakannya. Jadi prioritas saya adalah memasak dan menulis. Dan selanjutnya adalah proyek saya menjahit gamis yang sudah lama bahannya dipotong tapi tak tersentuh.

Penasaran puasa minggu ketiga apa ya? Haha, saya juga belum mulai memikirkan. Mau tetap atau ganti. Sampai jumpa di cerita puasaku selanjutnya ya.

Wassalamualaikum

1 komentar:

Terimakasih sudah berkunjung. Silahkan komentar yang baik dan sopan, agar saya bisa mengunjungi balik blog anda.

Nuansa Hati di Kelas Bunda Cekatan Batch1

Assalamualaikum , Alhamdulillah, itu adalah sebuah kata yang selalu saya getarkan dalam setiap menyelesaikan sebuah proses baik belajar...

Popular Posts