Selasa, 28 April 2020

Rasamu, Rasaku adalah Rasa Kita


Assalamualaikum,

Halo semua apa kabar? Alhamdulillah masih diberi sehat oleh Allah sehingga bisa menjalankan ibadah puasa Ramadan dan beraktivitas seperti biasa. Yea, saatnya mengalirkan rasa di tahap kepompong. Rasamu, Rasaku adalah Rasa Kita.
Melalui tahap kepompong sungguh menantang luar biasa. Tahap kepompong menjadi sebuah siklus penuh laku prihatin, sabar, ikhlas, dan penuh kesadaran untuk menjalani setiap proses dengan pemaknaan yang mendalam. Agar ketika keluar dari tahap kepompong, bisa menjelma menjadi kupu-kupu yang cantik.

Di kelas Bunda Cekatan Institut Ibu Profesional memang penuh kejutan indah. Setiap tahapnya membuat saya harus mau bergerak dan belajar lebih baik lagi. Lazimnya kepompong yang berpuasa sesuai sunatullah, di tahap ini juga saya melakukan puasa dari hal yang menggangu produktivitas. Tahap kepompong selama 4 pekan puasa dan melatih cekatan dengan tantangan selama 30 hari sesuai peta belajar wow.

Selama berpuasa, saya memilah dan memilih apa yang ingin saya perbaiki. Tara..didapatlah 3 hal yang saya anggap urgent untuk diperbaiki.

1. Puasa dari malas menjahit pekan kesatu dan kedua
Ini sungguh membutuhkan niat kuat untuk kembali melemaskan kaki dan tangan. Mesin jahit, kain jarik, gamis, perca sudah terlalu lama bersembunyi di kotak. Maka saya bulatkan tekad untuk menyelesaikan sesuai target.

Hasil menjahit perca

2. Puasa dari malas belajar akupresure

Masa pandemi sungguh membuat saya pegal linu. Bayangkan keinginan sejak Januari untuk pijat belum terlaksana ditambah kondisi sekarang, duh tubuh butuh rileks. Maka saya mulai semangat akupresure mandiri di rumah gantian dengan suami. Hasilnya, badan lebih rilek, pikiran tenang, dan tidur lebih nyenyak.

3. Puasa dari malas minum smoothie
Wah ini mungkin karena saya yang mulai bosan. Tapi minum smoothie dengan tambahan superfood seperti madu, kurma, maca, tribulus, spirulina, biji wijen, biji flaxseed memang saya butuhkan. Dan untuk menghabiskan segelas besar saya buat strategi minum dengan gelas kecil agar tidak eneg. Dua gelas kecil sama dengan segelas besar. Excellent apresiasi untuk diri.



Sejak memulai kelas Buncek saya juga diminta membuat peta belajar. Dari peta belajar dipilih untuk tantangan 30 hari. Nah untuk yang ini saya hanya mengambil satu topik tapi memiliki beberapa sub topik untuk dilatihkan.
Topik utama adalah makanan sehat.
Sub Topik: memasak sendiri, superfood, less oil, no 4P, manajemen dapur

Tantangan 30 hari saya buat di instagram dan saya lakukan selama 30 hari berturut-turut tanpa jeda. Memasak makanan sehat bukan hal yang mudah saat pandemi. Di mana saya harus mengatur menu sedemikian rupa tanpa harus sering pergi ke pasar. Buah, sayur, protein hewani dan nabati menjadi fokus utama. Tidak jajan di luar dan lebih mensyukuri apa yang ada di rumah.


Sampai suatu hari tinggal daun singkong yang ada dan telur. Jadilah daun singkong saya tumis dan telur dadar untuk lauk. Saya juga membuat kecambah sendiri dari stok kacang hijau di rumah. Wah ini menyenangkan sekali. Kadang juga di rumah ada hari tanpa nasi, karbohidrat diganti singkong kukus atau ubi panggang. Perut tetap kenyang juga Alhamdulillah.

Begitulah rasa yang ada di rumah. Apa yang saya lakukan.mendapat dukungan penuh dari suami. Bersiap menjelma jadi kupu-kupu cantik yang juga bermanfaat bagi sekitar. Ah mungkin saya ingin menyerbuk bunga telang, atau bunga jeruk di depan rumah. Sampai jumpa lagi teman.

Wassalamualaikum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung. Silahkan komentar yang baik dan sopan, agar saya bisa mengunjungi balik blog anda.

Komitmen GGF dalam Menerapkan Ekonomi Sirkular untuk Bumi yang Lebih Lestari

Pagi yang cerah, hiruk-pikuk pedagang di pasar tradisional terdengar riuh. Dengan tetap memakai masker aktivitas jual beli berjalan normal...

Popular Posts