Kamis, 20 Februari 2020

Cinta dalam Semangkuk Kelor


Assalamualaikum,

Sejak lama saya mendengar nama kelor (Moringa oleivera) tapi belum pernah melihat secara langsung  seperti apa tanamannya. Melihat kelor untuk pertama kali saat jalan-jalan ke pasar Kota Gede, Yogyakarta. Penampakannya mirip daun katu hanya bentuk daunnya bulat-bulat. Warnanya hijau menggoda dengan aroma khas.
Setelah melihat wujudnya saya tentu ingin menjajal rasanya. Sayang waktu itu belum berjodoh jadi belum bisa mencoba mengolahnya. Em kira-kira cita rasanya seperti apa? Saya tetap penasaran sekali.

Tak berapa lama kemudian, saya ngobrol dengan Mbak Anis teman di IP Lampung bahwa di kebunnya punya pohon kelor dan sudah sering mengolahnya menjadi sayur bening. Wah pucuk dicinta ulam tiba. Saya mengutarakan keinginan untuk meminta bibitnya dengan stek batang. Mbak Anies membolehkan, trims Mbk Anies love you.

Akhirnya saat ada pertemuan, Mbak Anies membawakan bibit batang kelor sekaligus pucuk daunnya yang muda untuk disayur. Saya dengan senang hati menerimanya.

Setiba di rumah, penuh suka cita, batang kelor saya tanam di halaman depan rumah. Kebetulan ada lubang bekas biopori yang sudah penuh terisi daun-daun kering. Karena sudah lama pasti tanahnya subur. Benar saja teman tak memerlukan waktu lama, batang kelor yang saya tancapkan ke tanah mulai menunjukkan tanda-tanda kehidupan. Bismillah semoga tumbuh subur.

Lain cerita dengan pucuk kelor, setiba di rumah saya olah menjadi sayur bening yang segar dan menyehatkan. Sayang tak sempat memotretnya semangkuk bening kelor tandas disantap tak bersisa.

Berbulan dengan penuh sabar dan kekuasaan Allah, batang kelor yang saya tanam tumbuh dengan subur. Pucuknya begitu segar dan menggoda. Bahkan pernah ada yang memintanya untuk obat. Alhamdulillah bermanfaat.

Kelor tumbuh subur
Makin hari pucuk kelor tumbuh banyak dan bercabang. Saatnya saya memanen dengan cara memotong menggunakan gunting. Daun muda yang dipanen saya olah jadi sayur bening. Yuk ikuti resep mudahnya.

Bening Kelor Wortel

Bahan:
Seikat daun kelor muda
1 buah wortel
Air secukupnya
Garam secukupnya
Gula secukupnya

Bumbu Iris:
2 Siung bawang putih
5 butur bawang merah

Cara Membuat: 
1. Siangi kelor, cuci bersih dan tiriskan
2. Kupas wortel, cuci dan potong sesuai selera.
3. Didihkan air, masukkan bawang putih dan bawang merah.
4. Masukkan wortel, tunggu sampai setengah matang.
5. Masukkan daun kelor, beri garam, dan gula.
6. Koreksi rasa, angkat dan sajikan saat hangat.

Bening kelor nan lezat
MasyaaAllah ternyata bening kelor wortel rasanya lezat sekali. Sedikit ada sensasi langu tapi saya suka. Apalagi kalau membaca berbagai info manfaat daun kelor emm rasanya tidak rugi jika menanam sendiri.

Sekarang, jika sedang tidak pergi ke pasar saya bisa tetap memasak sayur. Yaitu bening kelor. Dalam setiap sajiannya memiliki makna yang mendalam bagi saya.

Ada cinta, ketulusan juga persahabatan dalam semangkuk kelor yang tersaji di meja makan. Semoga berkah dan menyehatkan. Yuk teman cintai tanaman lokal kita dan mulai menanam sayur di sekitar rumah. Semangat berkarya.

Wassalamualaikum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung. Silahkan komentar yang baik dan sopan, agar saya bisa mengunjungi balik blog anda.

Jurnal Keenam Tahap Kupu-kupu

Assalamualaikum , Alhamdulillah segala puji bagi Allah yang telah memberikan nikmat iman juga sehat. Em, tak terasa sudah memasuki ...

Popular Posts