Senin, 06 Januari 2020

Berpetualang Mencari Telur Orange

Telur orange


Tak terasa waktu berjalan begitu cepat, tahun 2019 sudah terlewati dan memasuki tahun 2020. Saatnya membuka lembaran baru yang lebih baik lagi. Libur pun telah usai, dan bersiap berpetualang kembali di Kelas Bunda Cekatan Batch 1 di Institut Ibu Profesional.



Alhamdulillah saya bersyukur bisa sampai di tahap telur orange setelah sebelumnya berpetualang mencari telur hijau dan telur merah di antara tumpukan jerami dan butiran telur lain yang menggoda hehe. Yup harapan saya di tahap ini makin jelas terlihat apa yang selama ini saya cari.

Merdeka belajar menjadi panduan dalam mengikuti materi di Bunda Cekatan minggu ketiga ini. Belajar sesuai dengan apa yang diinginkan berdasarkan kebutuhan dan kebahagiaan. Artinya tentu apa yang dipelajari, bagaimana caranya? tujuannya apa? tidak akan sama dengan yang lain.

Meredeka belajar memerlukan komitmen kuat pada tujuan, mandiri pada cara, dan adanya refleksi diri.

Setelah menentukan keterampilan yang ingin dipelajari di telur merah, saatnya sekarang mencari dan menentukan ilmu yang ingin dipelajari untuk 5 bulan ke depan.  Nah agar mudah mencari benang merah berikut saya munculkan kembali telur merah yang merona.

Telur merah yang merona

Dalam upaya mengoptimalkan keterampilan di telur merah, saya membutuhkan acuan agar tidak melebar kemana-mana. Rambu-rambunya adalah:
1. Menetapkan tujuan belajar
2. Menentukan prioritas
3. Evaluasi diri

Berdasarkan telur merah yang sudah saya buat, sesuai dengan kesepakatan keluarga maka saya fokus pada program keluarga dan saya memutuskan untuk memperdalam manajemen waktu, memasak sehat, ber diy natural, dan ilmu kepenulisan.
Berikut proses mencari telur orange.

Menemukan cara belajar yang asyik

A. Tujuan belajar
Tujuan belajar yang ingin saya capai adalah:
1. Menjadi muslimah yang bahagia,sehat, kuat jasmani dan rohani
2. Memberi manfaat bagi sekitar dalam rangka menggapai rido Allah dan suami

B. Ilmu yang diperlukan 
Guna mendukung keterampilan di telur merah, ternyata banyak ilmu yang saya butuhkan. Bahkan antara satu dengan lainnya saling berhubungan. Setelah melalui pemikiran mendalam maka saya tetapkan 5 ilmu yang ingin saya pelajari 5 bulan ke depan. Dan tersaji di telur orange dengan manis.

1. Ilmu Disiplin
Waktu dalam Islam begitu berharga dan harus dimanajemen dengan baik agar tidak sia-sia. Manajemen waktu terdiri dari banyak ilmu, ada disiplin, kandang waktu,membuat to do list, membuat jadual kegiatan dan banyak lagi. Setiap orang punya jatah sama 24 jam sehari. Tapi tanpa disiplin yang tinggi maka rencana atau jadual yang dibuat tidak akan terlaksana.

2. Ilmu Healthy Foods
Karena saya dan suami sedang menjalani program memiliki momongan secara alami, maka makanan menjadi fokus penting bagi saya. Dari mulai memilih bahan, minyak, manajemen kulkas, teknik memasak, variasi menu sampai penambahan super foods pada sajian menjadi prioritas utama.

3. Ilmu Natural Home Cleaners
Karena apa yang saya gunakan dalam kehidupan sehari-hari berpengaruh pada kesehatan saya, maka sejak setahun lalu saya mulai beralih pada produk pembersih alami berbahan lerak dan eco enzyme. Ternyata aktivitas ini juga membantu saya untuk hidup lebih hijau alias ramah pada lingkungan.

4. Ilmu  Skin Care Natural
Setiap manusia diciptakan unik dan berhak memilih. Demi kesehatan agar lebih mendukung kegiatan ibadah dan promil, saya juga mulai belajar membuat produk perawatan secara alami dan sederhana. Tapi ini bukan berarti anti produk pabrikan ya, hanya saya lebih selektif memilih mana yang sebaiknya saya pakai, mana yang tidak. Saat ini sedang masuk kelas sabun dan shampo kalau berhasil lumayan tak usah beli lagi hehe..hemat.

5. Ilmu Menulis Fiksi dan Non Fiksi
Rasanya belajar tanpa menulis terasa tidak lengkap. Jadilah saya tetapkan belajar ilmu menulis fiksi dan non fiksi sebagai ilmu yang akan saya pelajari juga untuk 5 bulan ke depan. Walau saat ini sudah mulai bergabung menulis buku antologi, rasanya ilmu masih kurang sekali dan harus terus diupgrade.

Telur orange milikku


C. Sumber Belajar
Bagi pembelajar mandiri, dalam menjalani proses harus punya daya inisiatif tinggi dalam mencari sumber belajar. Mau belajar sendiri atau dengan bantuan orang lain tidak masalah. Tapi butuh referensi yang bersifat teori, empiris atau fakta dari sekitar.

Saya menggunakan buku, majalah, tabloid, ikut kelas online, offline, kursus online. Saya juga memanfaatkan kemajuan era digital dengan kemudahan akses internet dan media sosial dengan syarat saring, pilih, olah, sesuaikan kebutuhan, praktikkan. Ditambah menambah ilmu melalui kulwhap, webminar, seminar, video tutorial juga mencari guru.

D. Cara Belajar
Setiap orang punya cara dan gaya belajar sendiri. Saya termasuk tipe visual auditori. Jadi saat belajar, proses melihat baik catatan atau video dan mendengarkan rekaman materi menjadi sangat penting bagi saya.

Dan belajar online menjadi favorit saya. Bayangkan saja, kita tak perlu keluar rumah tapi bisa memasuki kelas-kelas belajar yang luar biasa. Penuh ilmu, bertemu guru-guru yang  Masyaa Allah juga teman seluruh penjuru dengan satu visi. Luar biasa.

Selain itu saya juga senang membaca ulang setiap materi yang diberikan, menuliskan, mempraktikkan dan melakukan evaluasi mandiri. Apa yang sudah baik? Apa yang perlu ditingkatkan? Praktiknya berhasil belum (contoh praktik membuat sabun).

Belajar tak perlu tergesa tapi perlahan namun mendalam. Tak perlu silau dengan ilmu yang berseliweran, belajarlah sesuai kebutuhan. Belajar akan terus ada sepanjang hayat di kandung badan. Sampai jumpa di petualangan berikutnya.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung. Silahkan komentar yang baik dan sopan, agar saya bisa mengunjungi balik blog anda.

Komitmen GGF dalam Menerapkan Ekonomi Sirkular untuk Bumi yang Lebih Lestari

Pagi yang cerah, hiruk-pikuk pedagang di pasar tradisional terdengar riuh. Dengan tetap memakai masker aktivitas jual beli berjalan normal...

Popular Posts