Minggu, 18 November 2018

Begini Cara Menjaga Pangan Asuh



Assalamualaikum,

Halo teman semua, apa kabar? Semoga senantiasa sehat dan bahagia. Nah agar sehat, sebaiknya dalam menjalani aktivitas sehari-hari usahakan seimbang. Baik olahraga, tidur cukup, juga pemenuhan gizi dalam pangan.

Mengapa? Karena pangan merupakan salah satu kebutuhan dasar yang harus dipenuhi dalam kehidupan manusia, selain sandang dan papan. Wah, jadi ingat pelajaran ekonomi ya, tentang kebutuhan hidup manusia.

Seiring perkembangan teknologi dan kemajuan zaman, dapat ditemui beragam olahan pangan yang menembus pasar Indonesia. Baik produk lokal maupun produk manca alias import. Dari yang mengusung informasi alami sampai yang menggunakan bahan pengawet yang diizinkan.

Kita semakin bebas memilih dan menentukan pangan yang ingin dikonsumsi. Adanya variasi dan olahan tidak dipungkiri makin memperkaya keberagaman pangan yang ada. Namun perlu diperhatikan juga, bahwa konsumsi pangan yang sesuai dalam kuantitas dan kualitas akan menjamin tercukupinya nilai gizi seseorang.

Dua hal yang perlu mendapat perhatian dalam upaya pemenuhan gizi, yaitu :
1. Ketersediaan / ketahanan pangan ( Food Security )
2. Keamanan pangan ( Food Safety ).

Guna memenuhi kaidah bahan pangan baik untuk manusia, maka sudah seharusnya kita memahami bahan yang dikonsumsi dalam keadaan ASUH.

Apa Itu ASUH?

ASUH adalah kependekan dari  Aman, Sehat, Utuh, dan Halal.

Aman, sehat, utuh, dan halal

Berikut penjelasan lebih jauh mengenai Aman, Sehat, Utuh, dan Halal.

Aman
Sebaiknya daging, susu, telur, yang dikonsumsi tidak mengandung bahaya biologis, kimiawi, dan fisik yang dapat menyebabkan penyakit serta mengganggu kesehatan manusia.

Sehat
Daging, susu, telur memiliki zat-zat yang dibutuhkan dan berguna bagi  kesehatan dan pertumbuhan manusia.

Utuh
Daging tidak bercampur dengan bagian lain dari hewan tersebut, atau bagian dari hewan lain. Telur juga yang masih utuh, bukan yang sudah pecah. Karena rentan terkontaminasi bakteri E. Colli dan kualitasnya mengalami penurunan.

Halal
Hewan maupun dagingnya, disembelih dan ditangani sesuai syariat agama Islam. Sehingga terjamin kehalalannya, dan masyarakat muslim tidak ragu untuk mengkonsumsinya.

Sekarang kita lanjut untuk mengenal masing - masing dari bahan pangan yang masuk dalam kaidah ASUH.
Bahan pangan yang perlu mendapat perhatian antara lain, daging, susu, dan telur

Daging

Sumber foto Pixabay.com

Seperti diketahui bersama,bahwa daging mengandung nilai gizi yang tinggi untuk tubuh. Daging memiliki sifat mudah rusak dan disenangi oleh mikroorganisme, serta berpotensi berbahaya. Untuk itu, diperlukan teknik yang baik di dalam menangani, menyimpan hingga mengolah menjadi makanan yang bernilai gizi tinggi.

Susu


Susu sapi segar

Susu merupakan bahan pangan sekresi kelenjar ambing yang diperoleh dari proses pemerasan ternak sapi, kerbau, kuda, kambing, dan hewan lainnya yang mengandung komponen-komponen gizi penting terdiri atas lemak, protein, laktosa, mineral, vitamin dan enzim-enzim, serta beberapa mikroorganisme. Kandungan gizi susu merupakan sumber gizi yang baik bagi semua tingkatan umur, terutama untuk balita.

Telur

Telur yang segar

Telur mengandung gizi yang sempurna, sangat dibutuhkan oleh tubuh manusia baik yang sedang tumbuh, ibu hamil, menyusui bahkan orang dewasa serta lanjut usia. Telur yang dapat dikonsumsi ada telur ayam, telur bebek, telur puyuh, telur ayam kampung, telur entok. Telur juga memiliki daya cerna yang tinggi yaitu 96%.

Telur dianjurkan dikonsumsi, karena mengandung nilai gizi yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Merupakan pangan asal hewan yang memiliki kandungan gizi paling lengkap dibandingkan daging maupun susu.

Kemudian, penanganan bahan pangan harus dijaga dari kandang sampai meja konsumen (Safe from Farm to Table). Dan seluruh proses perlakuan terhadap bahan pangan harus diperhatikan agar tidak terkontaminasi. Sehingga kandungan gizi dapat dimanfaatkan tubuh dengan maksimal.

Pemeriksaan secara berkala sebaiknya dilakukan untuk menghindari kerusakan bahan pangan atau pun pemalsuan yang merugikan kesehatan semua pihak.Terutama masyarakat yang mengkonsumsi.

Sebagai konsumen, kita juga harus cerdas dan paham cara menangani bahan pangan dengan baik agar kaidah aman, sehat, utuh, dan halal dapat terpenuhi. Lalu bagaimana caranya? Yuk, simak penjelasan di bawah ini.

Cara Menangani Bahan Pangan
  1. Cuci tangan sebelum menangani, mempersiapkan, mengolah atau memasak makanan.
  2. Gunakan pakaian bersih (pakaian, apron), untuk menghindari pencemaran pada bahan makanan.
  3. Tutup luka pada tangan dengan plester yang kedap air
  4. Hindari bersin dan batuk langsung dihadapan makanan
  5. Usahakan tempat mengolah makanan bebas dari insekta dan rodensia ( lalat, kecoa, tikus, dll)
  6. Gunakan peralatan yang bersih untuk menyimpan, mempersiapkan, mengolah makanan
  7. Cucilah alat (pisau, talenan, wadah) dengan baik setelah digunakan. Untuk mencegah kontaminasi silang terhadap bahan pangan lain
  8. Jangan mencicipi makanan yang mentah
  9. Bahan makanan yang beku (frozen food ) sebaiknya dicairkan ( hawed dalam kulkas/ refrigator, microwave, dimasak langsung dan pada air mengalir ( suhu air < + 21° C ).
  10. Tidak disarankan mencairkan daging dengan air panas atau hangat.

Tips Menyimpan Bahan Pangan
  1. Daging yang disimpan dalam waktu  beberapa hari, suhu harus di bawah 4° C. Dan bila akan disimpan lebih lama sununya -18° C sampai -23° C.
  2. Letakkan telur dengan posisi bagian ujung tumpul di bagian atas. Simpan telur di lemari es sesudah disimpan dalam wadah rapat tujuannya agar telur tidak kehilangan cairan dan terlindung dari aroma lain.
  3. Jaga kelembaban lingkungan penyimpanan telur sebaiknya 75%. Bila kelembaban rendah, kurang dari 75%, telur akan kehilangan air dan terjadi pembesaran kantung udara. Namun jika kelembaban terlalu tinggi lebih dari 90% akan menimbulkan tumbuhnya kapang.
  4. Suhu telur berpengaruh pada kualitas telur. Telur yang disimpan pada suhu 38° C akan mengalami penurunan kualitas dalam 3 hari. Tetapi bila disimpan pada suhu 16° C, perubahan yang sama terjadi dalam 3 minggu.
  5. Susu bubuk lebih tahan terhadap semua bentuk kerusakan biologi, tetapi masih memungkinkan timbul kerusakan kimia
  6. Pada suhu 30° C, susu bubuk dapat disimpan hingga 6 bulan. Pada suhu 30° C dengan kadar air kurang dari 5% dan kemasan vakum, susu bubuk dapat bertahan hingga 2 tahun. Sedang susu segar hanya berumur tidak lebih dari 6 jam dalam suhu ruang. Dan 8 jam di lemari pendingin
Wah, ternyata begitu banyak hal yang harus dipahami  terkait dengan bahan pangan aman. Saatnya mulai peduli dan mandiri dalam mencari informasi yang berhubungan dengan kesehatan dari berbagai sumber terpecaya. Banyak membaca dan terus membaca untuk menambah wawasan. Semoga bermanfaat.

Wassalamualaikum

Sumber Tulisan

Pangan Asuh, Dinas Pertanian, Peternakan, Perkebunan, dan Kehutanan, Pemerintah Kota Bandar Lampung, Lampung 2018




17 komentar:

  1. terimakasih mb linda informasinya sangat bermanfaat sekali.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah mampir, semoga bermanfaat ya tentang menyimpan pangan aman, sehat, utuh, dan halal.

      Hapus
  2. thats true mbaaak :) keren infonya dari mulai menangani dan menyimpan. noted pokoknya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wa ada Novriyanti. Ternyata memperlakukan bahan pangan penting. Semoga manfaat.

      Hapus
  3. Wah ini nih, tips yang bermanfaab sekali. Terimakasih tipsnya Ibu, apalagi sekarang marak banget penyakit berat2 menjangkit. Jadi harus banget menerapkan prinsip ASUH ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mantu, ternyata asal penyakit bisa juga dari kontaminasi bahan pangan. Semoga artikel ini menambah pengetahuan kita

      Hapus
  4. Tips ASUH sukak banget yang bermanfaat begini, bisa diterapin langsung ke keluarga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asyik yang ingin langsung menerapkan tips ASUH ke keluarga. Setuju banget. Semoga manfaat.

      Hapus
  5. Makasih ya mba tipsnya. Bermanfaat banget ini hihi

    Btw baru tau kalau telut itu daya cernanya tinggi. Waw sampe 96 perseeen

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Novi terima kasih sudah mampir. Nah ternyata saya pun selama ini tahu makan telur belum tahu daya cernanya tinggi. Semoga manfaat.

      Hapus
  6. Terima kasih informasinya mbak Linda. Kita memang harus lebih concern dengan kesehatan. Salah satunya dengan menerapkan ASUH ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama semoga kita bisa ya mulai menerapkan pangan asuh untuk keluarga.

      Hapus
  7. Wah istilahnya boljug ya mbak. Pangan asuh. Btw itu frozen food di thawing atau thawed kali ya maksudnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih sudah mampir. Nah iya mbak itu maksudnya. Sip nanti diperbaiki. Siap menjaga pangan asuh hehe.

      Hapus
  8. walah-walah.. aku selama ini gak pernah merhatiin cara peletakan telur mbak. main tarok tarok aja gitu, hahaha. lebih suka aku tarok di suhu ruang juga sih karena lebih mudah dan hasilnya lebih cakep pas dipake masak atau buat kue. tapi sekilo sih biasanya seminggu udah habis, hihihi

    BalasHapus
  9. Informasinya sangat bermanfaat ya Mbak terutama dalam menyimpan telur aku juga kadang kan di kulkas tapi lebih banyak di suhu ruang

    BalasHapus
  10. tips nya sangat berguna sekali ini untuk kami.. selama ini asal aja masukin produk2 ke kulkas

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkunjung. Silahkan komentar yang baik dan sopan, agar saya bisa mengunjungi balik blog anda.

Kreatif Menjadikan Hidup Lebih Berwarna

Assalamualaikum , Tak terasa bulan Desember sudah hampir setengah perjalanan dilalui. Coba kita pikirkan, hal apa saja yang terlaksana ...

Popular Posts