Jumat, 27 Juli 2018

Kulkas Lama Jadi Lemari Penyimpanan Game Level 9




Assalamualaikum,

Halo apa kabar teman? Baik saja kan? Besok mau ada agenda ke mana? Hihi, maaf jadi banyak bertanya. Alhamdulillah hari ini sudah masuk tantangan 10 hari di Game Level 9, tentang kreatif. Ini materi yang keren sekali, dari kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional. Kira - kira apa yang akan saya ceritakan kali ini? Yuk langsung saja dilanjut membacanya.

Hari ini saya ingin menceritakan tentang hal yang berkaitan dengan memanfaatkan suatu barang. Masuk kreatif ga sih? Semoga saja masuk hehe. Di Slumuth Family memiliki kulkas ukuran kecil yang digunakan untuk menyimpan sayur, buah, juga stok lauk lainnya. Kulkas ini sudah ada sejak paksu belum bertemu dengan saya, jadi usianya lebih tua dibandingkan usia pernikahan kami, usia kulkas 9 tahun. Sementara garansi 5 tahun, waa sudah awet dan manfaat sekali.

Kemudian, saat menikah dan harus hijrah ke Bandung selama tiga tahun, kulkas dititipkan juga dipakai para bujangan yang memang bekerja satu kantor dengan paksu. Setelah Slumuth Family kembali, kulkas ikut lagi menemani hari - hari saya di rumah. Namun, namanya usia barang pasti ada masa mengalami kerusakan. Perlahan tapi pasti, kulkas tak lagi dingin, freezer pun sudah tidak berfungsi. Ditambah balada listrik yang pernah sering byar pet, maka  rusak bertambah parah. Bahkan untuk membuat es batu kecil saja tidak jadi. Sedihnya, yupz, berdua sepakat kulkas minta pensiun.


Tapi, yang jadi masalah adalah, jika beli baru, yang lama hanya akan jadi barang rongsok. Ditawarkan tak ada yang berminat. Zaman sekarang, kulkas bukanlah menjadi barang mahal, tapi kebutuhan. Oke, kulkas yang rusak coba dibersihkan dan ditepikan, sementara ada rezeki beli kulkas yang baru Alhamdulillah.

Maka setelah kulkas baru menggantikan yang lama, saat sedang merapikan isi kulkas,  tiba - tiba AHA saya melonjak gembira. Ide kreatifnya adalah bagaimana kalau kulkas lama yang sudah bersih dipakai untuk menyimpan kebutuhan yang biasa disimpan di lemari penyimpanan?

Ah, saya rasa ini pilihan yang tepat. Langsung saja saya bergerak, pertama tentu saja kabel tak perlu disambungkan. Mulailah saya menata gula pasir, susu kaleng, bubuk cokelat, terigu, maizena, tepung mocaf, tepung bakpao ( bahan kue ), spagheti, kopi, teh, biskuit kering, dan minyak goreng. Tak perlu waktu lama semua bahan tersusun rapi di kulkas lama.

Kulkas lama jadi lemari penyimpanan

Wah, ternyata walau sudah tidak dingin, kulkas dapat dirubah fungsinya menjadi lemari penyimpanan, kreatif hihi.

Kemudian saat paksu mau mencari bubuk cokelat, saya tunjukkan lemari baru kami di dapur. Tara...paksu tertawa sambil mengacungkan jempol tanda menghargai ide yang saya lakukan.

'' Wow, idenya kreatif ,'' sambil ikut mengamati isi kulkas lama.

Dan ternyata di lain waktu, saat bertemu tetangga yang sedang membagikan sawi punya masalah, kulkas ada dua, bekas anaknya yang pernah kost, tidak dipakai. Tapi kondisi tidak bagus bagus, kemudian saya sarankan untuk memakainya sebagai ganti lemari penyimpanan. Tetangga pun setuju, dan mengikuti jejak saya. Ah rasanya senang bisa menginspirasi dengan ide yang sederhana.

Ternyata berpikir kreatif itu menyenangkan. Dan terkadang kita dapat menemukan sebuah solusi dari permasalahan yang ada. Ini seperti kulkas lama yang berubah menjadi lemari penyimpanan sehingga menjadi lebih berguna.

Demikian cerita tentang kreativitas di Slumuth Family untuk hari ke - 2 di kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional. Semoga ke depan makin banyak cerita kreatif yang bisa dibagikan. Tetap semangat dan semoga bermanfaat.

Wassalamualaikum

Dokumentasi Slumuth Family

#tantangan10hari
#gamelevel9
#day2
#bundsayiip
#ibuprofesional

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung. Silahkan komentar yang baik dan sopan, agar saya bisa mengunjungi balik blog anda.

Belajar Memanah

Assalamualaikum , Halo teman semua apa kabar? Semoga senantiasa sehat dan bahagia. Adakah cara yang paling mudah untuk merasa ...

Popular Posts