Minggu, 20 Mei 2018

Game Level 7 Achiever dan Emphaty







Assalamualaikum

Halo apa kabar semua? Kembali kita bertemu dengan bulan yang mulia, tamu agung yang dinanti, yaitu Ramadhan. Seperti sudah pernah saya singgung bahwa saat ini, saya sudah masuk semester kedua di kelas bunda sayang. Wah masih panjang perjalanannya. Harus tetap semangat menjaga ritme, agar istiqomah.


Berbicara tentang semester kedua, berarti masuk game level 7 di tantangan 10 hari. Nah saya masuk tantangan hari ketiga. Mengamati pasangan, mencatat juga mengobservasi apa yang unik pada diri paksu.

Walau sedang tidak fit, karena bersin - bersin terus, tapi tugas harus tetap dikerjakan. Ini juga sebagai bentuk tanggungjawab saya pada paksu karena telah mengijinkan saya untuk belajar dan bergabung bersama Ibu Profesional. Jadi, bersin bukan untuk alasan ya hehe..

Apalagi, oleh paksu disediakan minuman hangat dan disiapkan kapsul habatusauda untuk segera diminum. Alhamdulillah, setelah minum, bersin - bersin berkurang drastis. Terima kasih ya mas, sudah perhatian dengan ibu. Cie..cie..

Eh, tapi ngomong - ngomong tentang perhatian, ternyata ini kalau di hasil Talent Mapping caretaker dan bahasa bakat masuk yang emphaty. Artinya paksu memang memiliki tingkat kepekaan tinggi untuk bisa merasakan apa yang orang lain rasakan.

Sifat pedulinya digabungkan dengan kelincahannya justru membuat rumah selalu tampak tertata rapi. Nah, ketahuan apakah saya malas beberes? Oh..tentu saja tidak saudara. Hanya saja, saat pagi hari prioritas saya adalah merapikan zona kreasi saya alias dapur hehe.

Nah biasanya, saat saya merapikan zona kreasi tersebut, paksu akan membantu menyapu halaman, merapikan ruang keluarga. Emm jadi saat urusan saya beres, rumah juga rapi. Senangnya..

Seperti, malam ini paksu memasang gorden magnet di pintu depan yang terhubung dengan teras. Tadinya saya merasa aneh, bukanya sebaiknya diletakkan di pintu kamar tidur?

Lihat jawaban paksu,
'' Agar saat siang hari, saat udara panas dan pintu terbuka, orang yang lalu lalang di jalan tidak langsung meihat ke dalam. Jadi ibu tak perlu sibuk memakai jilbab di rumah sendiri.''

Wow, jawaban yang membuat saya tersanjung ehem hehe...
Benar juga pemikiran paksu, dan saya pun memberikan waktu untuk paksu melakukan keinginannya. Maka dengan menaiki kursi, sambil membawa palu, paksu mulai memasang gorden magnet warna ungu di pintu depan. Kok ungu? Iya, ungu adalah warna kesukaan saya selain pink dan biru.

Dag dog..dog..dog..mulai memaku satu per satu sekrup bawaan. Mengukur tingginya, melipat, dan memaku lagi. Tak sampai 15 menit taraa...gorden pun terpasang dengan rapi.

Sekarang pintu depan sudah ada gorden magnetnya, dan saat siang hari saya akan nyaman jika pintu terbuka, tak perlu khawatir terlihat dari luar. Walau tetap harus bersiap kemana pun menyiapkan jilbab, lha sering dapat paketan buku juga kue - kue hehe.

Rasanya memberikan ruang pada paksu untuk beraktivitas sesuai yang disukanya justru akan makin memperlihatkan betapa paksu memiliki energi yang tinggi juga perhatian yang besar kepada saya dan rumah kami.

Semoga, makin mempererat tali kasih sayang diantara kamj. Bahwa bersama tidak harus memiliki bahasa bakat yang sama. Demikian cerita tentang Slumuth Family yang tak jauh dari keseharian kami berdua. Semoga bermanfaat.

Wassalamualaikum

#SemuaAnakAdalahBintang
#InstitutIbuProfesional
#KelasBundaSayang

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung. Silahkan komentar yang baik dan sopan, agar saya bisa mengunjungi balik blog anda.

Belajar Memanah

Assalamualaikum , Halo teman semua apa kabar? Semoga senantiasa sehat dan bahagia. Adakah cara yang paling mudah untuk merasa ...

Popular Posts