Minggu, 04 Maret 2018

Pohon Literasi Slumuth Family




Assalamualaikum

Halo teman - teman Ahad ceria. Alhamdulillah selalu dalam kondisi sehat dan selalu dalam perlindungan Allah. Wah tak terasa sudah masuk hari keempat game level 5 kelas bunda sayang, tentang stimulus minat baca di keluarga. Ada yang menarik hari ini? Yuk mari ikuti.


Yang spesial hari ini, karena di Slumuth Family yang akan merimbunkan pohon literasi adalah paksu yea...tepuk tangan. Buku yang dibaca ternyata lain dengan rencana. Oke tak apa - apa, buku dengan judul Para Panglima Islam Penakluk Dunia buah karya Muhammad Ali.

Tapi belum buat pohon literasi huhu..sepulang dari Jakarta badan rasanya tidak fit, sedang paksu juga sama. Jadilah agenda baca dilanjut dengan dokumentasi kegiatan. Tetap semangat ah..

Kali ini paksu menceritakan tentang Hudzaifah Bin Yaman yang terkenal sebagai Panglima Islam Penakluk Persia. Yang dipercaya Rasulullah sebagai pemegang rahasia beliau.

Nasab dari Hudzaifah terhubung kepada bani Abas, kabilah Arab yang tangguh, banyak, dan tenggelam dalam kajahiliahan. Maka nasab Hudzaifah disebut Hudzaifah bin Yaman Al Abasi. Hudzaifah tidak ikut berperang dalam perang Badar dengan latar belakang saat perang tertangkap bersama ayahnya dan kemudian dilepaskan dengan janji tidak ikut berperang. Maka Rasul pun meminta mereka memenuhi janji pada kaum Quraisy.


Tugas Awal 

Kemudian dalam perang Tabuk, Hudzaifah bertugas menyusup di tengah udara dingin menggigit tulang dan gelapnya malam. Sesuai perintah nabi, Hudzaifah tidak melakukan apapun sampai menyampaikan laporan kepada Rasulullah.

Hudzaifah juga diperintahkan untuk mengamati kubu kaum munafik yang penuh tipu muslihat. Kubu ini paling berbahaya dan penuh konspirasi, dan orang yang cocok untuk menjalankan tugas tersebut adalah Hudzaifah bin Yaman. Segala informasi rahasia disampaikan langsung kepada Rasulullah tanpa diketahui oleh siapapun.

Diselingi minum dan saling memberi semangat cerita pun dilanjut. Hudzaifah juga ternyata menjadi murid pandai loh di  Madrasah Nubuwah. Guru utamannya adalah Rasulullah.

Ah,...jadi membayangkan bagaimana kondisi majelis ilmu di bawah bimbingan manusia mulia. Tak terasa hati menjadi haru sekaligus bersyukur bahwa Allah menganugerahkan kami dalam indahnya agama Islam.

Lanjut ya ceritanya,..
Hudzaifah bersama sahabat nabi seperti Umar, Ali, Abu Bakar, Ustman selalu belajar dengan kejernihan hati. Maka tak heran bahwa Hudzaifah dan para sahabat mencapai puncak kejernihan jiwa, kemuliaan akhlak, konsisten menjalankan kebenaran, mencegah kemunkaran, berjihad di jalan Allah.

Sepeninggal Rasulullah, Hudzaifah juga terus berjuang dengan penuh semangat. Ditakdirkan berada di Kufah pada masa kekhalifahan Umar bin Khatab menjadi tempat bertolaknya pasukan Islam di tanah Persia serta berbagai penjuru Irak dan Jazirah.

Kemudian di perang Nahawand, Hudzaifah menjadi panglima sayap kanan pasukan muslim. Ketika Sang Pemimpin Nu'man bin Muqarrin gugur sebagai syahid dan perang belum selesai. Maka Hudzaifah memegang komando tertinggi berdasarkan kesepakatan para komando. Ia terus berperang sepanjang malam. Melalui tangannya Allah menakdirkan kemenangan atas musuh, Nahawand takluk dan memasuki kota sebagai pemenang penakluk.

Strateginya adalah menutupi kematian Nu'man untuk menjaga hati para prajurit agar tidak lemah atau sedih. Kemudian Hudzaifah terus berkelana ke negeri - negeri Persia di bawah komando Abu Musa Al - Asy'ari.

Dan yang cemerlang adalah saat menyampaikan tentang pendapatnya bahwa perbedaan pegangan bacaan Al Quran kepada Khalifah Ustman yang akhirnya mendorong Ustman meluangkan seluruh tenaga untuk mengumpulkan Al Quran dengan satu qiraah yang disalin menjadi beberapa beberapa salinan mushaf dan dikirim ke berbagai kota. Dan melenyapkan mushaf - mushaf lainnya.

Wah luar biasa bukan kisahnya? Dan senangnya saya saat paksu menceritakan walau sambil membaca. Paling tidak paksu memiliki ketertarikan juga untuk membaca buku selain yang berkaitan dengan pekerjaan hehe.

Di hari tuanya Hudzaifah menetap di Madain dan menutup mata pada tahun 36 H, dan dimakamkan di samping Salman Al - Farisi. Hudzaifah menjadi pahlawan penakluk Persia.

Alhamdulillah, hari ini Slumuth Family mendapatkan hikmah yang utama dari membaca buku ini. Buku yang menginspirasi untuk terus berjuang di jalan kebenaran dan selalu mencari ridho Allah.

Demikian cerita hari ini. Buku sebagai sumber ilmu. Buku menceritakan kisah dan teladan dengan cara yang berbeda. Jadi sudah baca buku belum hari ini? Semangat.

Wassalamualaikum

Sumber
Muhammad Ali, Panglima Islam Penakluk Dunia, Cetakan kesatu, Juli 2016, Ummul Qura

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung. Silahkan komentar yang baik dan sopan, agar saya bisa mengunjungi balik blog anda.

Kreatif Menjadikan Hidup Lebih Berwarna

Assalamualaikum , Tak terasa bulan Desember sudah hampir setengah perjalanan dilalui. Coba kita pikirkan, hal apa saja yang terlaksana ...

Popular Posts