Sabtu, 10 Maret 2018

Pohon Literasi Slumuth Family






Assalamualaikum

Halo teman - teman apa kabar? Semangat bertemu Sabtu lagi. Alhamdulillah akhir pekan yang basah, karena setiap sore hujan lebat. Dan ini memasuki hari kesepuluh di game level 5, kelas bunda sayang. Lets go...ikuti keseruan agenda hari ini yuk.


Hari ini bertepatan dengan agenda Rumbel Menjahit IP Lampung, jadi sejak pukul 09.00 - 13.30 WIB, saya mengikuti acara menjahit apron ( celemek ) di rumah Mbak Lusia. Diantar paksu dengan motor, karena jarak rumah tak jauh dari lokasi belajar. Tiba di sana sudah banyak yang hadir.

Wah suasana begitu seru dan penuh semangat. Walau masih belajar ow mengasyikkan sekali saat menggunting pola dan mulai menjahit. Memang harus fokus dan teliti. Agar jahitnya tidak miring - miring xixi. Tapi hasilnya not bad lah untuk pemula.

Sampai akhirnya waktu berjalan dan kembali ke rumah ikut bareng Mba Fara yang rutenya lewat depan rumah. Dan saya pun rehat. Disambut paksu yang menanyakan hasil belajar tadi. Tapi saya tidak konsentrasi karena tiba - tiba bersin - bersin dan flu.

Paksu meminta saya rehat, dan mengagendakan Slumuth Family Reading Time nanti malam saja. Buku yang dibaca juga sudah dipilih. Giliran saya yang membaca dan meceritakn isinya.

Setelah rehat dan lelap walau sebentar, kondisi kembali fit. Dan selepas Isya mulai membaca buku. Kami berkumpul di ruang tamu sekaligus ruang keluarga. Buku yang saya baca hari ini adalah serial Rasulullah Teladan Utama, dengan judul Penuntun Hidup Mulia. Penerbit Sygma Creative Media Corp.

Pertama melihat bukunya waw sekali, full colours dan kertasnya tebal. Sebenarnya cocok untuk anak - anak. Berhubung belum punya, ya untuk investasi Slumuth Family dulu yes.

Buku ini menceritakan beragam kisah yang menggambarkan teladan Rasulullah yang diaplikasikan dalam kisah kehidupan sehari - hari. Rasulullah diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia. Akhlaknya begitu agung dan mulia.

Maka, saya pun mulai bercerita tentang sebuah kisah yang begitu menyentuh jiwa. Paksu ikut mendengar dengan seksama sembari tangannya ikut sibuk. Maklum kinestetik tentu tak bisa diam mendengar 100% dengan duduk. Jadi sambil gerak berbagai gaya hehe..

Cerita  tentang hikmah Bekerja Keras. 

Rasulullah melihat umatnya bekerja jeras, ada yang mengangkat batu, menggembala kambing, juga berdagang. Suatu ketika Rasulullah bertemu dengan Sa'ad Al Ansar, mereka pun bersalaman.

Rasulullah bertanya Mengapa tangan Saad kasar.
Saad Al Ansari menjawab bahwa tangannya kasar karena setiap hari bekerja dengan sekop untuk menafkahi keluarganya. Lalu dengan penuh kasih Rasulullah mencium tangan Sa'ad dan mengatakan bahwa tangan Sa'ad tidak akan tersentuh api neraka.




Subhanallah..begitu perhatian ya Rasulullah dengan umatnya, dan beliau tidak pernah memandang perbedaan dalam pekerjaan. Karena dalam Islam semua sama yang membedakan adalah derajat taqwa.

Rasulullah juga mengatakan tidak ada makanan yang lebih baik daripada makanan hasil keringat sendiri.
Dan sesungguhnya Nabi Daud makan dari hasil keringatnya sendiri, padahal pada saat itu Nabi Daud adalah seorang raja.

Begitu lembut Rasulullah memberikan contoh dalam bersikap, penuh kasih sayang dan itulah yang membuat umat Islam begitu menyayangi beliau. Seorang pemimpin yang penuh perhatian pada kaumnya, patut dicontoh pemimpin era sekarang.

Kemudian berlanjut kisah kedua,

Mencintai Anak Yatim

Kisah ini terjadi di Madinah, pada suatu pagi di Hari Raya Idul Fitri. Rasulullah melihat seirang anak sedang menangis di sudut jalan. Rasulullah pun menghampirinya, anak itu menyembunyikan wajahnya dan menangis tersedu - sedu.

Rasulullah bertanya mengapa menangis, di Hari Raya.
Anak itu menjawab bahwa teringat pada ayahnya maka menangis. Mengingat Hari Raya terakhir bersama ayahnya. Ayahnya membelikan gaun berwarna hijau dan sepatu baru. Hatinya sangat bahagia.

Lalu suatu hari ayahnya pergi berperang bersama Rasulullah kemudian meninggal.

Maka Rasulullah meminta anak tersebut menghapus air matanya dan mengangkat kepala.  Kemudian mengatakan apa anak itu ingin agar Rasulullah menjadi ayahnya, Fathimah menjadi kakaknya, dan Aisyah menjadi ibunya.

Begitu mendengar kata - kata tersebut, anak kecil itu langsung berhenti menangis dan memandang wajah Rasulullah dengan penuh takjub. Masya Allah, ternyata benar, yang berdiri dihadapannya adalah benar Rasulullah, orang yang baru saja mendengarkan kisah sedihnya.

Hatinya pun menjadi bahagia dan seketika itu dihapuslah air matanya dan tersenyum. Karena ada yang menyayanginya, yaitu Rasulullah dan keluarganya.

Hh rasanya sesak dada ini membaca kisah sedih anak kecil tadi. Untunglah kesedihannya tergantikan setelah bertemu dengan Rasulullah. Rasul memang diutus sebagai rahmat bagi seluruh alam tanpa kecuali.

Begitulah kisah berhikmah yang saya baca di  Slumuth Family Reading Time. Hendaklah kita terus melembutkan hati dengan memupuk kasih sayang terhadap semua makhluk.
Meneladani apa yang diajarkan Rasulullah yang mulia bisa dimulai dari hal sederhana.

Niatkan karena Allah semata.  Semoga kelak di yaumil akhir kita termasuk umat yang mendapat syafaatnya aamiin. Jadi apa kisah hikmah yang teman baca hari ini? Sampai jumpa.

Wassalamualaikum

Sumber Inspirasi
Ali Muakhir, Anjar Ginanjar, Rasulullah Teladan Utama, Penuntun Hidup Mulia, Sygma Creative Media Corp. 2015





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung. Silahkan komentar yang baik dan sopan, agar saya bisa mengunjungi balik blog anda.

Kreatif Menjadikan Hidup Lebih Berwarna

Assalamualaikum , Tak terasa bulan Desember sudah hampir setengah perjalanan dilalui. Coba kita pikirkan, hal apa saja yang terlaksana ...

Popular Posts