Jumat, 02 Juni 2017

NHW#3 Membangun Peradaban Dari Dalam Rumah




NICE HOMÉWORK#3

 MEMBAÑGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH

Assalamualaikum

Masih dalam rangka tugas NHW#3 '' MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH.''

Rumah adalah taman dan gerbang peradaban yang mengantarkan anggota keluarganya menuju peran peradabannya.  Rumah juga menjadi pondasi sebuah bangunan peradaban, dimana kita berdua bersama suami, diberi amanah sebagai pembangun peradaban melalui pendidikan anak-anak kita.


Ceeees membaca kalimat tersebut. Rasanya makin kuat keinginan saya dan suami untuk bersungguh-sungguh memantaskan diri sebagai calon bunda dan calon ayah. Kelak jika Allah mengamanahkan satu bintang, dua bintang atau lebih semoga kami berdua bisa mendidik anak-anak sesuai dengan fitrah- Nya aamiin. Nah setelah materi dan diskusi, kami dapat oleh-oleh yang harus dikerjakan. Ini dia.

NICE HOMEWORK #3

MEMBANGUN PERADABAN DARI DALAM RUMAH 

Bunda, setelah kita belajar tentang "Membangun Peradaban dari Dalam Rumah" maka pekan ini kita akan belajar mempraktekkannya satu persatu.

👨‍👩‍👦‍👦Nikah

Bagi anda yang sudah berkeluarga dan dikaruniai satu tim yang utuh sampai hari ini.

a. Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki "alasan kuat" bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda.Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.

b.Lihatlah anak-anak anda, tuliskan potensi kekuatan diri mereka masing-masing.

c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, memgapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg anda miliki.

d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?

Setelah menjawab pertanyaan - pertanyaan tersebut di atas, sekarang belajarlah memahami apa sebenarnya "peran spesifik keluarga" anda di muka bumi ini.

Selamat membaca hati dan menuliskannya dengan nurani. Sehingga kata demi kata di nice homework #3 kali ini akan punya ruh, dan menggerakkan hati yang membacanya.

Salam Ibu Profesional
/Tim Matrikulasi Ibu Profesional/

Belum hilang rasa ceeees di hati, terkaget-kaget saya waktu baca tugasnya. Alamak....NHW#3 ini sukses buat saya bingung harus mulai dari mana ya? Menulis surat cinta...sungguh selama menikah, kami berdua yang sama-sama ekstrovet selalu mengekspresikan rasa diantara kami secara langsung.

👨‍👩‍👦‍👦Nikah

Bagi anda yang sudah berkeluarga dan dikaruniai satu tim yang utuh sampai hari ini.

a. Jatuh cintalah kembali kepada suami anda, buatlah surat cinta yang menjadikan anda memiliki "alasan kuat" bahwa dia layak menjadi ayah bagi anak-anak anda.Berikan kepadanya dan lihatlah respon dari suami.

Jawaban,

a. Saya rasa saya bukan jatuh cinta kembali kepada suami tapi makin cinta saja setiap hari. Seperti lagunya Si Burung Camar, Vina Panduwinata

Ternyata aku makin cinta,
Cinta sama kamu,

Wah sambil bersenandung ini, terasa memerah pipi dan mata berbinar ceria hehe..Nah bagian ini yang paling membuat saya harus usaha ekstra.  Yaitu membuat surat cinta untuk suami.
Setelah lama merenung, berfikir, mencoba merangkai kata, mengasah daya imajinasi, menulis dengan hati. Taraaa ini hasilnya.

Surat Cinta Untuk Suamiku via Wa

Assalamualaikum,

Bismillahi rohmanirrohiim,

Segala puji hanya untuk Allah yang masih memberikan kita kesempatan untuk menikmati indahnya Ramadhan dalam keadaan sehat, tentram dañ bahagia. Halo suamiku yang sholeh, sedang apa gerangan dirimu saat ini? Jangan lupa baca wa ya...ini spesial loh 💖

Semangat ya Ramadhan tahun ini, walau kita  masih saja berdua. Belum ada bintang kecil yang sibuk menarik tangan ayah, atau menangis minta gendong hemm..la tahzan ( jangan bersedih ). Tetap sabar, dan optimis, itu yang selalu Ayah katakan ke Ibu...Iya Yah, Ibu juga sabar kok. Meskipun hampir 7 x Ramadhan kita lalui bersama, rupanya Allah masih memperhatikan kita secara istimewa. Semangat 💪😍

Tapi Ibu selalu bersyukur dan bahagia, punya pasangan seperti Ayah yang sholeh, baik, sabar, sayang keluarga, kocak, rajin, mau bantu kerjaan Ibu juga ramah. Ayah juga mau menerima keadaan Ibu. Ya sejak operasi, memang kondisi ini tak lagi prima. Terkadang urusan domestik cuci baju dan setrika tak sanggup mengerjakan. Dan Ayah dengan bahagia mengerjakannya. Sungguh hal ini sangat membantu Ibu..terima kasih. 😍😍😍

Sejak pertama menikah memang Ayah perhatian dan berusaha membahagiakan Ibu. Sampai mempraktikkan salah satu saran di buku Ustadz Fauzil Adhzim '' Ku Pinang Engkau Dengan Hamdallah'' yang menyarankan untuk pasangan baru, sebaiknya meminum satu gelas susu berdua selepas sholat hajat pertama sebagai pasangan. Ibu yang pertama minum, kemudian Ayah.  Itu moment yang istimewa yang tidak akan Ibu lupakan....semoga bernilai ibadah berbalas pahala dari Allah Sang Pemilik Cinta Sejati aamiin..

Kemudian juga perhatian Ayah, terbukti saat Ibu harus opname di RS Angkatan Udara Dr Salomon, Bandung. Kita yang perantauan berangkat berdua naik taksi menuju RS.  Saat itu Ramadhan hari ke dua bulan Juni tahun 2012. Sakit yang membuat badan terlalu lemah untuk bangun, mual, muntah, lemas dengan sabar Ayah mengurus, memandikan dan menyisir rambut Ibu biar rapi. Mengambilkan bedak juga. Biar sakit harus rapi dan terlihat segar begitu katamu.

Apalagi dibezuk teman kampus dan teman ngaji duh...meleleh kristal-kristal di mata ini meluncur tanpa dapat dibendung lagi. Ya Allah, saat jauh dari orangtua dan kerabat benarlah ketika jodoh kita bisa ada untuk kita itu sungguh obat mujarab yang mempercepat kesembuhan.

Begitu juga hikmah  ikatan ukhuwah yang indah. Ma syaa Allah benar-benar membuat kami berdua tetap merasa dekat dengan perhatian dan kasih sayang-Nya yang tulus melalui sahabat-sahabat yang datang dan mendoakan kesembuhan.  Jadi, walau saat itu tak ada orangtua, Ibu merasa semua akan baik-baik saja. Orangtua kita juga percaya Ayah bisa mengurus Ibu dengan baik.

Teringat saat Ayah menyisir rambut ibu..tak terasa air mata ini mengalir begitu saja. Saat menulis surat inipun juga..Betapa Allah menyayangi Ibu, dengan memilihkan Ayah sebagai pasangan yang kelak akan menjadi panutan bagi buah hati kita aamiin.

Yah, suami yang sholeh calon penghuni surga in syaa Allah.  Kebaikanmu itu benar-benar bisa dirasakan semua orang. Ayah tidak pernah marah atau berteriak, bahkan ponakan kita Shafiyya juga bilang Pakde Slamet itu ga pernah marah. Maafkan Ibu, jika selama mendampingi masih banyak kekurangan dan kesalahan. Tidak sabar, dan kurang teliti, terkadang malas menyergap jadi jadwal tak sesuai rencana.

Yah, 7 tahun kita bersama, keceriaan dan gaya kocakmu itu yang bisa membuat Ibu tertawa terbahak-bahak dan sejenak melupakan kesepian yang menyergap di lubuk hati. Tapi inilah jalan yang Allah pilihkan untuk kita, dan kita berdua selalu yakin bahwa inilah jalan terbaik yang ditentukan Allah untuk kita berdua.

Mari terus memohon dan berbaik sangka pada-Nya..percaya bahwa suatu saat kelak ikhtiar kita akan berbuah manis dan membahagiakan. Mari terus bergandeng tangan dengan penuh  cinta menjemput impian bersama untuk menjadi sakinah, mawadah dan warohmah dalam naungan cinta Ilahi. 😍😍😍💪💪💪

Terima kasih untuk kebersamaan selama ini...Ibu sayang Ayah..

Wassalamualaikum

Salam Sayang
Ibu

Balasan dari suami

Walaikumsalam,

Mmmh...apa ya...
Terimakasih sudah mendoakan kita berdua.
Terimakasih juga sudah mengajariku hidup yang lebih islami.  Mari kita menata hidup untuk lebih baik. Semua karena Allah.
Apalagi ya yang akan kita sedekahkan, motor sudah.
Bu, terkadang memang ujian hidup pasangan yang masih berdua ini banyaaak. Terutama ujian kesabaran dan keikhlasan. Tapi percayalah Gusti Allah memberi yang terbaik untuk kita. Semoga Allah tak lama lagi mengijabah doa kita aamiin.
Cemumuth....love u.
Yeaaah...

Sesuatu banget dapat balasan lewat wa, ekspresinya itu loh yang membuat kita merasa lucu. Pas baca wa..papasan, saling pandang dan...terkekeh kita berdua dengan wajah memerah. Lucu, malu, bingung campur aduklah rasanya. Tapi terima kasih sudah merespon dengan baik. Karena saya tahu, suami lebih pede jika berekspresi langsung.

b. ( belum punya buah hati)

c. Lihatlah diri anda, silakan cari kekuatan potensi diri anda. kemudian tengok kembali anak dan suami, silakan baca kehendak Allah, mengapa anda dihadirkan di tengah-tengah keluarga seperti ini dengan bekal kekuatan potensi yg anda miliki.

Jawaban,

Linda Dwi Hapsari adalah pribadi yang ceria,dan ramah.
Sesuai potensi diri saya, administrator, communicator, creator, journalist, motivator, seller, synthesizer. ( temubakat.com) Linda adalah orang yang teratur rapi suka melayani dan segala sesuatunya harus direncanakan. Senang mengkomunikasikan sesuatu yang sederhana menjadi menarik. Banyak idenya baik yang belum pernah ada maupun dari pikiran literalnya. Senang mengkomunikasikan idenya, suka mengumpulkan berbagai informasi, senang memotivasi dengan berbagai cara. Ada yang melalui sifat periangñya, ada yang melalui sifat empatinya, dan ada juga karena selalu ingin memajukan orang lain. Suka berhubungan dengan orang baik untuk mempengaruhi, bekerjasama atau melayani dan bertanggungjawab. Linda juga śuka menggabungkan beberapa teori atau temuan menjadi temuan baru. Tak heran idenya pernah juara di lomba resep.

Saya dihadirkan untuk melengkapi suami yang memiliki potensi caretaker, communicator, operator, server, selector, strategist dan visionary.

d. Lihat lingkungan dimana anda tinggal saat ini, tantangan apa saja yang ada di depan anda? adakah anda menangkap maksud Allah, mengapa keluarga anda dihadirkan disini?

Jawaban,

Perumnas Way Halim,
Lingkungan tinggal saat ini benar-benar lingkungan yang strategis. Rumah yang kami tinggali adalah rumah dinas dari kantor suami.
- Dekat dengan pasar tradisional, ke pasar tinggal jalan kaki 300 meter.
- Dekat dengan Mall dan toko buku, 7 menit sampai ga pakai macet.
- Dekat dengan pusat kegiatan olahraga, 5 menit jalan kaki.
- Dekat Kampus UBL 10 menit, Teknokrat 10 menit, UNILA 15 menit.
- Dekat dengan RS Beleza 7 menit, RS Imanuel 10 menit.
- Dekat sekolah Al Azhar 5 menit
- Dekat masjid 4 menit
- Dan begitu keluar pagar sudah ada angkot lewat. Enaknya pergi-pergi ga susah.

Perumnas Way Halim, termasuk perumahan lama yang penghuninya sudah bertahun-tahun. Kami baru 4 tahun tinggal setelah 2,5 tahun di Bandung. Alhasil tetangga kami adalah para orangtua yang sudah mapan semuanya. Bahkan banyak yang memasuki masa pensiun. Jadi tantangannya adalah kurang bergaul antar tetangga.

Sebagai orang yang lebih muda, kami berdua yang lebih dulu datang bersilaturahim dan membuka diri. Alhamdulillah keadaan lebih baik, apalagi dibuka juga arisan ibu-ibu rt yang makin mempererat tali silaturahim. Saling mengantar makanan. Bahkan jika ada tetangga yang sakit, secara bersama kami menjenguk. Jika ada yang hajatan kami membantu. Jika ada yang meninggal, kamipun bertakziah bersama.

Jadi saya percaya kondisi saat ini memang yang terbaik menurut Allah. Ya..karena terkadang ibu lansia bertandang kerumah untuk sekedar mencurahkan isi hati tentang kerinduan mereka pada anak maupun cucu..atau bagi yang janda sekedar membagi cerita kenangan indah saat bersama suami. Jadilah saya pendengar yang baik dan bisa memotivasi untuk lebih bersyukur dan berdoa yang terbaik untuk semua.

Demikian NHW#3 saya,  semoga semua dapat menjadikan saya menjadi pribadi yang lebih baik lagi dan bermanfaat.


Wassalamualaikum,

1 komentar:

Terimakasih sudah berkunjung. Silahkan komentar yang baik dan sopan, agar saya bisa mengunjungi balik blog anda.

Kreatif Menjadikan Hidup Lebih Berwarna

Assalamualaikum , Tak terasa bulan Desember sudah hampir setengah perjalanan dilalui. Coba kita pikirkan, hal apa saja yang terlaksana ...

Popular Posts