Kamis, 15 Juni 2017

MENUJU KELUARGA HAFIZUL QUR'AN






BEDAH BUKU 
 MENUJU KELUARGA HAFIZUL QUR'AN

Assalamualaikum,

Apa kabar teman-teman semua, wah lama juga nih saya ga posting pengalaman yang menyenangkan. Sebenarnya mau posting ini tertunda terus.

Teman-teman, kali ini saya mau berbagi pengalaman saat ikut acara bedah buku. Loh kok bisa sih...iya karena dari Institut Ibu Profesional diundang secara khusus untuk mengirimkan wakilnya. Waktu itu yang dapat hadir saya, Bunda Sasha, Mbak Fara, Mbak Resi yang waktunya luang.


Acaranya pada hari Selasa, tanggal 6 Mei 2017. Bertempat di
Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Lampung. Yang beralamat di jalan R. W. Monginsidi No. 107 / 144, Teluk Betung, Bandar Lampung.
Wah sudah lama sekali ya hehe...Maafkan.
Oh iya pembicara kita ini sekaligus penulis bukunya. Yaitu Dra. Neny Suswati yang lebih sering dipanggil Ummi Neny.


doc.foto by Mbak Fara


Ini adalah pertama kalinya saya pergi ke Perpusda. Wah waktu ada undangan sempat bingung, naik apa ke sana? Kalau angkot warna apa? Untung diberi info oleh Mbak Lusia kalau dari arah rumah saya naik Bis Rapid Transit saja atau BRT jurusan Korpri-Sukaraja. Jadilah saya naik angkot kuning gading Way Kandis - Tanjung Karang ongkos Rp 4.000,- sampai Halte Ramayana. Kemudian nyambung BRT dengan ongkos Rp 4.000,-. Tinggal duduk manis di mobil ber Ac sampai deh.

Sampai di Perpusda tanya-tanya acara di mana? Oh ternyata ada di lantai dua. Sambil bawa tas ransel saya langsung naik ke atas. Suasana masih sepi. Acara rencana dimulai pukul 09.00 WIB. Nah...langsung duduk di barisan kedua bareng Bunda Sasha dan Antika mahasiswi Unila. Tak lama kemudian bertemu Mbak Fara dan Mbak Resi.


doc.foto by Mbak Fara


Kemudian acara dibuka oleh Ibu Herlina Warganegara, SE. MM. Kemudian acara kali ini sebagai moderator adalah Yoga Pratama novelis muda dan dari pihak penerbit Aura Publishing. Ada juga mahasiswa, adik-adik pelajar, guru paud, Tapis Blogger dan dari Institut Ibu Profesional Lampung.

Acara bedah buku dibuka, setelah moderator memberikan waktu kepada penulis, Ummi Neny sebagai penulis bercerita latar belakang ditulisnya buku ini. Hmm ternyata ini memang tujuan keluarga untuk menjadikan buah hati Ummi Neny sebagai hafiz dan hafizah..sungguh tekad yang luar biasa. Ma Sya Allah sungguh cita-cita yang mulia. Eit tunggu dulu, mau ikut bedah buku kok belum punya bukunya. Akhirnya saya beli di stand depan pintu masuk dengan harga promo Rp 45.000,-. Sekarang sudah tersedia di Gramedia.

Jadi kisah buku ini adalah cerita yang terjadi di kehidupan keluarga Ummi Neny. True Story asli...Bahkan Ummi Neny tidak menyangka bahwa tulisan tentang keseharian keluarga juga buah hatinya bisa menjadi sebuah buku.

Ummi Neny bercerita bahwa dulu perjuangannya menutup aurat sungguh sangat berkesan mendalam, menggunakan bahan seprei sebagai jilbab pertamanya. Saat itu Ummi sedang berproses untuk menjadi calon ibu yang bertaqwa. Karena nanti ibulah yang meletakkan dasar-dasar keimanan bagi buah hatinya.

Kemudian saat sholat selalu berdoa semoga jodohnya seiman dan lelaki pertama yang melamarnya yang memang menjadi jodohnya.

Memulai hidup mandiri berdua saling menguatkan. Kemudian saat Ummi harus kehilangan buah hati pertamanya...oh sedih, kehilangan sangat. Tapi Ummi Neny adalah sosok yang tegar dan disampingnya ada suami yang luar biasa. Hingga Ummi Neny kemudian diberi kesempatan mengandung yang kedua. Lagi-lagi Allah masih menghendaki Ummi Neny untuk menjadi perempuan yang tegar...ahh rasanya ingin menangis dengar penuturannya.

Tapi Ummi Neny bukanlah perempuan lemah, terus bangkit dan membuang kenangan buruk dengan yakin kepada Allah. Bahwa pasti ada hikmah dibalik semua kejadian. Rencana Allah memang yang terbaik.


doc.foto by Mbak Fara

Benarlah semua itu. Ummi Neny akhirnya dikaruniai 6 orang buah hati. 6 itu bukan bilangan yang sedikit di zaman sekarang. Tenaga dan semua harus ekstra dalam membesarkan buah hatinya.

Dalam penuturannya, Ummi Neny juga bercerita jika prosss manghapal Quran pada semua buah hatinya tanpa paksaan, dimulai umur berapa tergantung anaknya. Orangtua hanya mendorong, memotivasi dan memberikan fasilitas yang sesuai. Bahkan dalam proses menjadi hafiz dan hafizah pindah-pindah sekolah, semua disikapi dengan bijak. Karena Ummi Neny berpendapat pengalaman masa kecil akan membekas dan menjadi memori yang mempengaruhi ke depan. Jadi berikan dukungan dan kasih sayang.

Dengan perjuangan yang tak mudah, 3 buah hati Ummi Neny sudah menjadi hafiz dan hafizah. Dan 3 orang lagi sedang berproses. Semoga tercapai aamiin.

Tak lupa Ummi Neny juga membagi tips untuk menulis :
1. Tulislah ide yang paling dekat dengan kehidupan kita.
2. Menulis dari pengalaman pribadi.
3. Tulislah saat sempat, saat ingin menulis, dan ada yang ditulis.

Dalam menghapal Quran tidak ada kata terlambat untuk memulai jika ada kemauan dan semangat.
Menghapal Quran kecerdasan akan meningkat.  Di buku ini juga ada tips-tips ampuh yang dapat dicoba para ibu jika ingin memiliki buah hati yang hafiz atau hafizah. Penasaran kan? Ayoo beli dong bukunya ga bakal rugi deh. Oh iya Ummi Neny juga berkenan untuk diajak berfoto dan memberikan tanda istimewa di buku peserta bedah buku.



 Barokallah Ummi...bahagia bisa bertemu dan mendengar langsung semua pengalaman Ummi. Semoga tulisan-tulisan yang akan datang semakin menginspirasi juga best seller aamiin...

Demikian pengalaman yang saya bagi, semoga dapat menginspirasi dan memotivasi diri saya juga teman-teman agar dapat mendidik amanah-Nya sesuai fitrah dan mungkin diantara kita saya atau anda yang dititipi penghapal Quran aamiin...

Wassalamualaikum,



1 komentar:

  1. Aamiin, terima kasih reviewnya, maaf baru ketemu. Barokallah

    BalasHapus

Terimakasih sudah berkunjung. Silahkan komentar yang baik dan sopan, agar saya bisa mengunjungi balik blog anda.

Belajar Memanah

Assalamualaikum , Halo teman semua apa kabar? Semoga senantiasa sehat dan bahagia. Adakah cara yang paling mudah untuk merasa ...

Popular Posts