Sabtu, 06 Oktober 2018

Leader Camp Ajang Belajar Para Leader Institut Ibu Profesional




Assalamualaikum,

Halo teman apa kabar? Semangat sehat dan bahagia. Kali ini saya ingin menceritakan pengalaman saat mengikuti kegiatan Leader Camp yang diadakan oleh Institut Ibu Profesional di Salatiga. Tepatnya di De emmerick Hotel Salatiga. Pada tanggal 20 - 23 April 2018. Wah sudah berbulan lalu ya? Dan saya baru sempat menuliskan sekarang.


Leader Camp adalah kegiatan yang diselenggarakan oleh Institut Ibu Profesional untuk mengundang seluruh leader yang ada di Indonesia dan Asia. Leader Camp dalam rangka memperingati 6 tahun Institut Ibu Profesional ini, mengusung tema mandiri, berdikari, punya jati diri. Ajang ini diikuti oleh seluruh leader tanah air atau yang mewakili. Ini merupakan perjumpaan di dunia nyata pertama setelah selama ini hanya menjalin komunikasi melalui dunia maya.

Sebenarnya April saya sudah memiliki agenda untuk konsul dokter di Yogyakarta bersama paksu. Tapi ini adalah amanah dan IP Lampung mengirim perwakilan 5 orang yaitu saya, Mbak Puspaning Dyah Fc,  Mbak Atika Fara Amalia, Mbak Elsy Junilia Hidayat, dan Mbak Fakhiatur Rohmah. Kami adalah 5 Srikandi yang mendapat amanah untuk belajar dan sharing bersama di Salatiga.

Dari kiri ke kanan, Fara, Sasha, Rohmah,
Me, Elsy, 5 Srikandi IP Lampung 

Leader Camp kali ini memiliki agenda yang padat dari Expo Semarak Karya, peresmian Kipma, KiPublishing, sharing kelas fasilitator, kelas sekretaris, kelas mankeu, sejuta cinta, dan kelas komunitas, wow semua menarik untuk diikuti. Tapi ada jadwal yang bersamaan, maka kami pun berbagi tugas.

Persiapan

Ini yang paling seru, saya harus mempersiapkan dobel dana untuk konsul dokter dan ikut Leader Camp. Tapi Alhamdulillah Februari mendapat rezeki dari ikut Blog Competition Bank Indonesia. Yes..bisa buat bayar Leader Camp.

Berikut daftar biaya kegiatan Leader Camp Salatiga Institut Ibu Profesional 2018

Peserta member Rp 850.000,-
Kids Corner Rp 550.000,-
Dady Day Out Rp 650.000,-

Tiket pesawat pp Lampung - Yogya - Salatiga - Semarang - Lampung plus transit Semarang semalam total berkisar Rp 1.675.000,- jadi saya harus menyiapkan budget kisaran Rp 2,5 juta rupiah. Demikian juga teman - teman lain. Maka nabung sebelum acara jauh - jauh hari jadi aman. Bersyukur kami dapat subsidi dari regional Rp 300.000 per orang.

Kegiatan berlangsung selama 3 hari 2 malam full ilmu dan kegiatan seru. Kemudian Srikandi Lampung juga mulai sibuk cari buah tangan, berupa kripik pisang, kopi, dan printilan untuk Semarak Expo, semacam pameran produk member.


Kesibukan cari printilan LC

Walau berlima, kami berangkat menjadi 3 kloter. Kloter pertama Mbak Fara bersama Dirga mampir ke Yogya dulu.
Kloter kedua saya bersama paksu mampir ke Yogya juga. Tanggal 18 April 2018, karena tanggal 19 ada janji dengan dokter di Klinik Permata Hati.

Slumuth Family

Kloter ketiga, Mbak Sasha, Mbak Elsy, dan Mbak Rohmah menuju Salatiga transit Semarang.
Inginnya kami bisa bersama, tapi kami punya agenda penting juga sebelum ikut LC, jadilah berangkat sesuai jadwal masing - masing.

Yogyakarta, 18 April 2018 malam hari

Setiba di Yogyakarta hari sudah malam, dan kami memutuskan cari penginapan dekat Klinik untuk keperluan daftar dan konsul. Cerita seputar konsul di tanggal 19 April 2018 akan di post di bagian lain saja ya hehe..

Yogyakarta, 20 April 2018
Pagi hari

Saya sudah janjian untuk bersama rombongan IPers Yogya menuju Salatiga. Titik kumpul di Griya Academica. Saya diantar paksu dan kebetulan di dekat Griya Academica ada resto milik teman paksu. Jadilah paksu sekalian reuni kecil. Rombongan IPers menyewa sebuah bus pariwisata berwarna pink dan gabung bersama teman - teman lain propinsi. Kumpul seru yang dari dunia maya ke dunia nyata. Sepanjang jalan menuju Salatiga kami saling sharing dan mengenal lebih dekat. Rasanya ingin mengulang kembali.

IPers berbagai Kota bersiap ke LC

Salatiga Hari Pertama

Setelah menikmati perjalanan kurang lebih 2 jam, maka bus tiba di Salatiga. Mencari petunjuk arah De Emerick Hotel. Hawa dingin dan udara segar menyusup menyambut kedatangan kami. Tiba di lobi utama bus pun berhenti.

Halo Salatiga....aku datang. Dan selamat tiba di De Emerick Hotel. Saya pun bersiap turun untuk ambil koper di bagasi. Wow...sudah banyak yang datang dengan bawaan masing - masing. Koper - koper yang tak kalah besar hehe..

Halaman tengah De Emerick Hotel

Langsung saja saya mencari teman - teman dari IP Lampung. Ada Mbk Sasha dan Mbak Rohmah. Mbak Elsy sedang di lokasi Expo. Setelah bersalaman dan cipika cipiki bersama semua yang ada di lobi utama, semua rombongan yang baru datang diminta registrasi mengisi presensi, dan menuju meja sebelahnya untuk cek no kamar dan teman sekamar. Saya dapat  kamar di lantai1 bersama 3 orang lain.

Wah siapa ya teman kamar saya? Saya bertanya dalam hati. Akhirnya dipandu masnya saya menuju kamar 221. Huff..rasanya badan sudah pegal semua ingin rehat, tapi siang ini langsung ada acara pembukaan. Oh ganti baju dulu karena hari pertama ini dress code nuansa biru.

Eh, ternyata penghuni kamar sudah ada yang datang. Yea, Teh Rani namanya  dan sudah memilih bed dekat jendela. Tersisa dua bed lagi, saya memilih dekat tembok bed yang kecil. Setelah meletakkan barang- barang, saya bersama Teh Rani segera ikut bergabung di ruang makan hotel.

Kehebohan dimulai, karena kelompok 5 dapat jadwal mengisi ice breaking kedua setelah pembukaan. Alamak..gimana ini? Kami sibuk berkoordinasi via grup WA dan akhirnya memutuskan membacakan sebuah puisi karya saya. Lha saya yang nulis, saya juga yang baca ..pasti nangis ini nanti. Tapi demi kelancaran acara, amanah saya terima. Deal semua dan fokus menuju ruang makan dahulu.

Di ruang makan saya mulai gabung bersama yang lain untuk mengambil menu. Masih bisa saya ambil menunya, tapi saat cari lauk..olala..ga ada ikan. Adanya ayam broiler, jadilah siang itu saya makan ala vegan sambil berdoa dalam hati, semoga malam ada menu ikan. Telur asin yang saya bawa juga tertinggal dikamar, tak ada waktu mengambil.

Perlu teman - teman ketahui bahwa sudah hampr 5 tahun saya stop konsumsi ayam broiler, telur ras, juga produk instant seperti mie, sosis, juga makanan kaleng. Demi kesehatan saya.

Setelah makan siang panitia mengumumkan agar peserta Leader Camp segera masuk ke ruang pertemuan untuk pembukaan. Kursi - kursi di tata rapi dan kami tampak sama. Semua tampak tersenyum bahagia sekaligus penasaran.

Acara pun dimulai diawali doa, sambutan panitia, sambutan founder IIP  Bu Septi. Kemudian menjelaskan tema yang diusung yaitu Mandiri, Berdikari, Punya Jati Diri.

Founder IIP Bu Septi Peni Wulandani

Selanjutnya diselingi acara ice breaking kelompok 1 dan kemudian kelompok 5.
Kami kelompok 5 maju ke depan dan mulai beraksi. Diiringi backsong lagu bunda mengalirlah puisi untuk ibu dari bibir saya dengan penuh getar menahan rasa. Puisi yang didedikasikan untuk seluruh ibu di dunia. Suasana jadi hening, dan akhirnya lancar tugas kami. Alhamdulillah.


Ice Breaking Kelompok 5
Dok. Fb Septi Peni Wulandani

Kemudian dibukalah acara inti yaitu Semarak Expo dengan ditandai dipukulnya lesung oleh Bu Septi, Ketua panitia, dan manager IIP.

Setelah itu, semua peserta menuju stand masing - masing untuk saling sharing dan belanja ide kegiatan yang bisa diterapkan di IP regional masing - masing.

Bergantian kami berlima saling jaga stand, juga menjalin komunikasi dengan stand lain. Saya pun mengabadikan lewat jepretan kamera tablet tua saya. Ternyata begitu banyak karya yang dihasilkan member, dari craft, food, ide kreatif, sampai barang - barang etnik. Luar biasa..


Stand IP Lampung
Dok. By Elsy

Saat saya berkunjung ke salah satu stand yang ada telur asin matang, yea dapat oleh - oleh. Mereka paham jika saya membutuhkannya untuk lauk tambahan terima kasih ya.

Dok.Linda

IP Yogya
Dok.Linda


Semarak karya  Kaltim
Dok. Linda

Kurang lebih 3 jam kami berkegiatan di Semarak Expo, maka sore lanjut agenda berikutnya, yaitu belanja gagasan. Kami di ruang saling sharing seru sampai menjelang magrib.

Kemudian dilanjut gala dinner,  meet founder dan venus leadership. Malam pertama diisi oleh Pak Dodik Maryanto selaku Co Founder Institut Ibu Profesional. Menyampaikan materi tentang organisasi. Sebuah organisasi layaknya makhluk hidup yang mengalami beberapa fase, yaitu lahir, dewasa, matang, menua, dan akhirnya, mati.  Maka memahami di posisi mana IIP saat ini, sangat penting agar tidak terjadi siklus menurun organisasi.

Memberi materi tentang organisasi
Dok.Linda

Di IIP muncul ide membangun KIPMarket, KIPublishing yang memberi penyegaran dan warna lain dalam organisasi. Organisasi harus peka dan terus update mengikuti perubahan zaman dengan tetap memegang Value sesuai Visi Misi IIP.

Setelah Tacit knowledge, saya kembali ke kamar dan bertemu teman sekamar. Mbak Ratih,juga Mbk Yani. Teh Rani juga sudah ke kamar.

Penghuni 122

Malam itu kami berempat tidak langsung tidur. Tapi saling ngobrol dan sharing mengenal lebih jauh. Kalau dipikir kami ini setipe, suka guyonan. Ternyata bulu kami sama haha..tipe komunikator. Sampai akhirnya masing - masing tertidur dengan damai. Berselimut rapat, karena udara malam Salatiga dingin. Saya pun menggigil, biasa di Lampung panas. Bersyukur  tentang betapa beruntungnya kami saling terhubung untuk saling belajar dan memotivasi. Leader Camp yang di De Emerick semuanya perempuan.


Ya begitulah cerita hari pertama Leader Camp Salatiga. Tunggu cerita berikutnya ya.

Bersambung,

Wassalamualaikum


1 komentar:

  1. wah mantap perjalanannnya. dari mulai pesen tiket pesawat yang pas berangkatnya dapat harga sedikit lebih murah karena ada garuda travel fair saat itu. sampai berpisah di jogja. dan laju ke salatiga bareng tim dari ipers jogja. pembelajaran yang menyenangkan. dapat ilmu. dapat teman baru. semoga berkah...

    BalasHapus

Cerdas Melakukan Sensor Mandiri, Melindungi Generasi Berprestasi dan Punya Jati Diri

Zaman sekarang, siapa yang belum pernah menonton film atau tayangan program di televisi? Rasanya semua pernah menonton, walau tentu saj...

Popular Posts