Selasa, 02 Oktober 2018

Ini Sebab Adanya Pergaulan Bebas



Assalamualaikum,

Hari Rabu yang panas, tapi suasana panas seperti ini berkah sendiri bagi petani garam. Lha kok ngomongin garam? Hehe... Well, berjumpa lagi dengan saya di game level 11,  kelas bunda sayang Institut Ibu Profesional. Tak terasa juga sudah memasuki tantangan hari ke - 14. Masih mengangkat tema tentang fitrah seksualitas.


Setelah kemarin terkaget - kaget dengan temuan data dari PKBI Lampung, saatnya mulai mencari penyebab kejadian yang fenomenal tersebut. Walau tak dipungkiri kejadian siswi sekolah yang hamil sebelum waktunya dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Indonesia sepertinya darurat perbaikan akhlak.

Siswa yang notabene masih di bawah umur, berbadan dua dengan pacar yang sama - sama siswa atau dengan mahasiswa. Ini menunjukkan betapa bebas mereka bergaul sehingga kebablasan tanpa memikirkan resiko yang harus dihadapi. Putus sekolah, dan menjadi orang tua dini. Bayangkan generasi selanjutnya seperti apa. Haduh..rasanya otot menegang semua. Sungguh sedih dan merasa prihatin.

Jika ditelusuri, tentu ada penyebab yang mendorong siswa terlibat dalam pergaulan bebas. Berikut ini berdasarkan pendapat saya, tentu versi saya.



1. Kurangnya komunikasi dalam keluarga.

Antara orangtua dan anak sudah jauh sekali, jarang ngobrol, bercerita bareng. Hal ini makin dikuatkan dengan kesibukan orang tua yang bekerja. Otomatis frekuensi pertemuan anak dan orang tua jauh berkurang.

2. Kemajuan Teknologi

Mudahnya anak memperoleh informasi dari media sosial juga gawai yang difasilitasi orang tua tanpa diimbangi pengawasan dan aturan yang jelas. Belum lagi mudahnya mencari tahu segala informasi tanpa filter dan pendampingan.

3. Pendidikan Agama

Kurangnya memahami dan mengamalkan ajaran agama tentang boleh tidak, tentang pahala dan dosa, tentang bahaya zina, tentang aurat dan konsekuensi sebagai laki - laki dan perempuan.

4. Pendidikan Fitrah Seksualitas

Seharusnya orang tua memberikan pendidikan terkait fitrah seksualitas sejak kandungan sampai anak dewasa sesuai tahapannya. Dengan melalui berbagai media. Agar anak paham dengan batasan, juga tentang sentuhan yang boleh dan tidak sehingga mampu menjaga tubuhnya dari perilaku menyimpang. Juga pihak sekolah, ada pelajaran khusus yang menjelaskan tentang anatomi tubuh dengan segala konsekuensinya.

Sungguh kita tak bisa menutup mata, bahwa mendidik anak memerlukan orang sekampung agar jadi baik. Artinya lingkungan sekolah,  juga masyarakat menjadi support system yang bisa menjadi filter bagi aktivitas menyimpang yang tidak sesuai norma.

Jika melihat, segera tegur dan beri pengarahan. Hubungi keluarganya untuk merangkulnya. Sungguh pergaulan bebas pada akhirnya hanya akan menimbulkan penyesalan di kemudian hari.

Jangan ada pembiaran atau sikap cuek. Jangan sampai kejadian yang ada terus berlanjut kemana - mana. Sehingga menimbulkan kerusakan dan menjadi sejarah kelam.

Demikian tantangan hari ke - 14 kelas bunda sayang. Semoga bermanfaat.

Wassalamualaikum


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Cerdas Melakukan Sensor Mandiri, Melindungi Generasi Berprestasi dan Punya Jati Diri

Zaman sekarang, siapa yang belum pernah menonton film atau tayangan program di televisi? Rasanya semua pernah menonton, walau tentu saj...

Popular Posts