Sabtu, 01 September 2018

Indahnya Berbagi Rezeki



Assalamualaikum,

Halo apa kabar? Akhir pekan yang menyenangkan, udara tidak terlalu panas  bisa menyaksikan pertandingan Asian Games 2018 di televisi. Sebagai wujud ikut mendukung para pahlawan olahraga yang mengharumkan nama bangsa Indonesia. Dan hari ini masuk hari ke - 9 tantangan 10 hari di game level 10.

Kali ini mau berbagi tentang hikmah pergi mengaji sore ini. Seperti biasanya jika hari Sabtu, saya ada jadwal mengaji dan hari ini gikiran di rumah teman saya, Mbak Ulin. Setelah mandi dan Ashar saya diantar paksu tak lupa mampir ke toko kue untuk membeli. Puding, pastel, cup cake pisang, dan cup cake tape. Tak lupa semua saya masukkan ke tas kain.

Setelah mengantar saya, paksu berpamitan mau mencuci motor di steam motor. Saya bertemu teman lain dan langsung bergabung. Saling mendengarkan hafalan juga sharing tentang program hamil bayi tabung yang akan kami jalani. Semua mendoakan yang terbaik.

Acara inti hari ini membahas tentang interaksi dengan Al Quran. Semua menyimak dengan penuh perhatian sampai tak terasa waktu menunjukkan pukul 17.60 WIB. Semua berpamitan pulang dan saya pun dijemput paksu.

Saat menuju ke rumah tepatnya di jalan raya, kami bertemu dengan penjual kerupuk keliling. Seorang tuna netra dan istrinya, memikul kerupuk dalam jumlah yang banyak.

Melihat itu, saya kemudian berbicara dengan paksu, '' Yah, kita berhenti dulu yuk, ada yang jual kerupuk. Kasihan sudah sore, sebentar lagi magrib.'' Jiwa limbik saya mulai bekerja, merasa tersentuh.

Paksu kemudian menepikan motor, saya turun dan mulai menghampiri penjual kerupuk. Tak lama kami terlibat percakapan antara penjual dan pembeli.

Saya : '' Bu, kerupuknya berapaan? '' sambil saya melihat ada peyek juga yang dibungkus rapi.

Si Ibu : '' Rp 5.000,- bu, sebungkusnya. Ibu mau beli berapa?'' Tanya penjual kepada saya.

Ah rasanya hati ini makin merasa ingin membantu.
Saya mengulurkan selembar uang Rp 50.000,- . Ibu penjual menerima dan kembali bertanya, '' mau beli berapa bu?''

Saya menjawab semua saja untuk beli kerupuk. Kemudian saya melihat Si Ibu berkata lembut pada suaminya yang membawa tongkat, '' bahwa ada yang beli kerupuk Rp 50.000,- dapat berapa bungkus?''

Suaminya menjawab dapat 10 bungkus, dengan senyum di wajah yang tak bisa saya lukiskan. Maka Si Ibu mulai mengguntingkan kerupuk yang saya pilih, ada 4 macam berjumlah 6, dan 4 peyek kacang. Setelah saling mengucapkan terima kasih dan tersenyum senang, saya menuju tempat paksu menunggu. Saya pun pulang membawa 10 bungkus kerupuk dan peyek kacang, Alhamdulillah.

Saya tidak memperdulikan saat penjaga warung makan Padang berjumlah 4 orang memperhatikan saya dengan wajah penuh tanda tanya. Atau pengendara motor yang melihat heran.

Saya tetap berjalan dengan senyum,  yang penting hari ini saya senang bisa membeli dagangan penjual kerupuk. Semoga rezeki yang tak seberapa bisa membantu untuk sedikit mempersingkat rute jualannya yang harus ditempuh dengan jalan kaki.

Hikmah dari pergi mengaji hari ini, berbagi rezeki pada yang lain. Secara tidak langsung Allah sedang mendidik kami berdua untuk selalu melihat sekeliling kami dan terus bersyukur.

Bersyukurlah, maka nikmatmu akan Allah tambah, dan ingatlah bahwa di sebagian rezekimu ada hak orang lain juga. Berbagi rezeki  semoga makin melembutkan hati penuh dengan kasih sayang.

Demikian kisah hari ke - 9 kali ini  yang dialami Slumuth Family, semoga bermanfaat. Sampai jumpa besok.

Wassalamualaikum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung. Silahkan komentar yang baik dan sopan, agar saya bisa mengunjungi balik blog anda.

Game Level 12 Aplikasi VideoShow

Assalamualaikum , Hari ini hujan sangat lebat menyirami bumi. Tanah basah, tanaman tersirami. Alhamdulillah, tak perlu menyirami ...

Popular Posts