Senin, 27 Agustus 2018

Bersabar Dalam Ikhtiar



Assalamualaikum,

Halo teman - teman apa kabarnya nih? Semoga selalu dalam keadaan sehat dan bahagia. Wah tidak terasa hari terus berganti, dan sudah memasuki hari ke - 4 tantangan game level 10 di kelas bunda sayang. Temanya masih tentang membangun karakter baik lewat dongeng. Jadi teringat masa kecil sering didongengkan oleh nenek, juga bapak ibu secara bergantian. Kenangan itu begitu membekas indah dalam ingatan.

Dan tantangan kali ini seharusnya berkaitan dengan mendongeng. Tapi berhubung saya dan paksu masih berdua, jadi dialihkan ke sharing hal - hal yang dialami sehari - hari dan mengandung hikmah yang dapat diambil ibrohnya ( pelajarannya ).

Kali ini saya seperti biasa, setiap hari Senin menemani paksu untuk memulai tahapan kedua dari rencana program bayi tabung, yaitu suntik hormon.

Seperti biasa, saat sore hari saya asyik berkegiatan domestik sambil menunggu paksu pulang. Saya merebus daging kambing yang besok mau diolah menjadi tongseng, dibuat kaldu dahulu. Tak lama kemudian paksu pulang dan saya mandi dilanjutkan bersiap - siap. Lady first karena perempuan butuh waktu ekstra untuk ini itu hehe.

Kami sepakat untuk pergi setengah jam sebelum Magrib, dan berniat sholat berjamaah di seberang klinik faskes 1 tempat paksu melakukan suntik. Tas, mukena, botol air minum, dompet, cooler box tempat obat juga alat komunikasi.

Saat semua sudah siap, dengan taksi online kami bertolak menuju klinik. Alhamdulillah, saat tiba di halaman masjid, sholat belum dimulai. Saya dan paksu berpisah tempat. Di dalam ruang sholat akhwat saya bertemu dengan para ummi yang sedang berbuka puasa, dan sempat bertanya apa yang saya bawa. Saya menjawab obat.

Setelah sholat, kami berjalan menuju klinik dan menunggu antrian.  Duduk di luar dengan santai. Tiba - tiba, Astagfirullah....Stopmap ungu tertinggal di rumah sedangkan itu berisi kartu BPJS, juga berkas jadwal penyuntikan. Sedikit panik, kami berdua saling menghela napas dan mendapat ide untuk dikirim lewat ojek saja. Ada adik yang di rumah. Akhirnya, setelah telpon dan mendapat ojek, sambil menunggu berkas dikirim kami pun mengobrol dan saling menguatkan.

Ini suntik yang keempat, berarti masih butuh 4 kali lagi. Harus kuat dan sabar jangan merasa bosan. Saya memberi paksu semangat.

Paksu juga setuju, bahwa bersabar dalam ikhtiar itu bukan hanya pasrah, tapi tetap terus berdoa dan berusaha. Semoga niat baik diridhoi Allah aamiin.

Akhirnya ojek datang dan kami mendaftar. Paksu diperiksa tekanan darahnya dan masuk ke ruang periksa. Dokter Marica sudah menyambut kami dengan ramah dan penuh empati. Beruntungnya kami bisa bertemu dengannya, yang memahami perjuangan kami. Dokter mulai mencampur obat, memakai kaos tangan, mengusap dengan kapas steril. Dokter melakukan suntik di otot tebal bagian lengan. Saya ikut merasa nyeri saat obat disuntikkan. Berdoa dalam hati, semoga usaha ini membuahkan hasil. La haula walla quwatta.

Tak butuh waktu lama proses selesai dan tak lupa kami mengucapkan terima kasih. Dari cerita hari ini banyak mendapat hikmah. Bahwa rezeki itu bukan hanya uang, tapi lebih luas dari itu. Bertemu teman baik, saudara yang baik rukun, orangtua yang penuh pengertian, kesehatan, juga bertemu dokter yang baik juga rezeki. Semua tentu telah diatur oleh Allah.

Jadi hikmah hari ini adalah, tetap bersyukur dengan semua yang dialami, bersabar dalam ikhtiar penuh harap pada Allah. Semoga gelap tak lama lagi menjadi terang. Aamiin.
Demikian cerita tantangan hari keempat di game level 10 kelas bunda sayang. Semoga bermanfaat.

Wassalamualaikum


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Review 3 Game Level 11 Pentingnya Pendidikan Seksualitas

Assalamualaikum, Malam ini ternyata sudah masuk presentasi ketiga. Dan kali ini yang naik ke panggung adalah kelompok 1, dengan menga...

Popular Posts