Selasa, 10 Juli 2018

Baking Ceria Membuat Nastar




Assalamualaikum,

Halo teman - teman apa kabar semuanya? Semoga selalu sehat dan bahagia aamiin. Wah tidak terasa hari ini masuk setoran hari ke - 13 di game level 8 tentang cerdas finansial. Tentu saja masih di perkuliahan bunda sayang batch 4 Institut Ibu Profesional. Makin seru hehe.

Seperti yang saya ceritakan kemarin, bahwa di rumah sedang ada tamu. Keponakan yang sedang mencari kampus untuk kuliah. Ada juga keponakan perempuan dan laki - laki usia SD dan TK yang saya lihat kalau sudah mandi ingin melakukan ini itu yang berbeda. Dan mereka sangat suka kue kering yang bernama nastar. Sedang di Lampung harga nastar homemade harganya lumayan tinggi per kg dihargai Rp 125.000,- sampai Rp 130.000,- Jadilah target untuk mengenalkan cerdas mengelola uang dengan membuat nastar sendiri

Nah kebetulan juga saya sudah membuat selai nanas sejak puasa dan belum dieksekusi. Jadi selai masih terdiam manis di dalam kulkas.  Sedangkan semua bahan sudah siap. Tertundanya  rencana membuat nastar karena saat mudik di rumah ortu,  tak ada oven, dan sudah full activity dengan kegiatan domestik lain. Jadilah si selai dibawa pulang lagi ke rumah saya. Ceritanya si selai nanas ikut mudik hehe.

Maka untuk mengajak keponakan berhemat dan eksplore kegiatan baru, jadilah sejak malam sudah saya sounding bahwa besok mau bersama membuat nastar. Belajar mengocok, menguleni, mengayak,dan memanggang ( ini bagian saya ). Wow langsung saja semangat.

Keesokan harinya, setelah mandi, keponakan yang besar menimbang bahan sesuai petunjuk yang saya berikan, berdasarkan buku resep. Sementara yang kecil, satu mengayak bahan kering, satu lagi mengocok telur. Hihi..biarlah lantai belepotan yang penting mereka semangat.

Mengaduk dan mengocok

Setelah itu dilanjut dengan membulatkan selai, dan menguleni adonan perlahan. Nah ini tahap yang paling seru, semua mulai memipihkan adonan dan mengisinya dengan selai. Alah bisa karena biasa, awalnya bulatan nastar besar - besar, lama - lama menjadi bulatan yang mungil cantik hehe...


Semua bersemangat, karena adonan yang dibuat juga dari 250 gram terigu jadi memang hasilnya tidak banyak. Namanya untuk belajar. Setelah beres kemudian saya yang bertugas memanggang dan kontrol api. Tak lama kemudian matang..eh overcook teman jiahh,..kecokelatan.
Ini terjadi saat saya ikut bantu memipihkan adonan.


Akhirnya baru pada panggangan kedua nastar matang dengan sempurna. Rasanya emm, lumer dimulut dan lembut.

Masih ada sedikit, eh diminta keponakan untuk bekal saat pulang ke Palembang. Jadilah hasil belajar keponakan dibawa untuk bekal perjalanan. Mereka juga sudah dikondisikan saat di kereta ga usah jajan macam - macam karena sudah bawa bekal nasi dan ayam goreng dari rumah.

Dan pagi ini, mereka bertolak balik menuju Palembang. Rumah Slumuth Family kembali sepi huhu...kapan ya rumah ramai lagi? Walau kadang kedatangan keponakan kecil membuat rumah begitu luar biasa, tapi memang begitulah dunia anak - anak.

Menonton, bermain, mendongeng menjadi hal yang mereka sukai dan akan diingat sebagai memori indah. Dan saya sebagai bude dengan senang hati ikutan rempong wk wk.

Demikian cerita cerdas finansial di Slumuth Family saat menjamu keponakan yang datang menginap. Semoga bermanfaat.

Wassalamualaikum






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Review 3 Game Level 11 Pentingnya Pendidikan Seksualitas

Assalamualaikum, Malam ini ternyata sudah masuk presentasi ketiga. Dan kali ini yang naik ke panggung adalah kelompok 1, dengan menga...

Popular Posts