Sabtu, 30 Juni 2018

Menjadi Manajer Handal Keluarga





Assalamualaikum,

Hai teman berjumpa lagi dengan saya, dan kali ini saya ingin menuliskan tentang tugas berupa Tantangan 10 Hari dari Kelas Bunda Sayang Batch 3, Kelas Sumatera 2. Tak terasa sudah masuk hari yang ke - 3, dan ini membahas tentang Kecerdasan Finansial. Cerdas mengelola keuangan terutama keuangan rumah tangga.

Sebagai seorang istri sekaligus patner suami, merencanakan, menyusun, dan mencatat menjadi tugas yang tidak mudah. Saya harus tertib untuk mencatat semua hal yang berkaitan dengan finansial agar mudah untuk melakukan evaluasi. Menjadi manajer handal keluarga di bidang keuangan tentu menjadi hal yang penting. Apalagi jika di keluarga kecil kami ada hal penting saat ini yang sedang menjadi prioritas khusus. Dengan menentukan prosentase pada pos -  pos pengeluaran dapat menekan terjadinya kebocoran finansial.

Ternyata menjadi istri dan bekerja di ranah domestik bukanlah hal yang mudah kerena mengelolanya  memerlukan keterampilan dalam berbagai hal. Tentu saja berkaitan dengan tugas - tugas domestik, salah satunya keuangan, maka saya dituntut untuk cerdas mengelola finansial. 

Hasil Kesepakatan

Berdasarkan hasil ngobrol di family forum, dalam rumah kecil kami, saat ini membagi hasil pendapatan 100 % menjadi beberapa bagian, 30 % biaya hidup, cicilan 20%, investasi 15 %,  cadangan darurat 10 %, zakat & sedekah 5%, promil 20% 

Nah, kesepakatan sudah dibuat, hanya perlu terus mencoba konsisten dan taat pada apa yang diputuskan. Walau memang di sata - saat tertentu, misal momen lebaran akan ada pos yang harus dipersiapkan secara khusus 2 bulam sebelum hari H. Tujuannya tentu saja agar roda perputaran finansial tetap adem ayem. 

Mengadakan evaluasi 

Sebenarnya si bukan evaluasi ya hehe, tapi lebih pada mencocokkan kesesuaian antara rencana dengan pelaksanaan. Jika terjadi ketidaksesuaian, maka kami diskusikan bersama dan mulai cek dan ricek di pos mana terjadi kebocoran dan seberapa besar. Langkah apa yang sebaiknya harus diambil sehingga semua tetap baik - baik saja.

Akhirnya bahwa walau tidak mudah untuk menjalaninya, semua membutuhkan proses belajar yang berkesinambungan. Learning by doing. Walau orang bilang uang bukanlah segalanya, tetapi uang menjadi hal penting untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia.

Demikian cerita tantangan bunda sayang di game level 5, dan ini masuk hari yang ke - 3. Semoga semua ibu rumah  termasuk saya bangga melakukan tugasnya dengan semangat, ilmu, dan bahagia. Hidup tanpa semangat, tidak akan bergelora. Hidup tanpa ilmu seperti sia - sia. Dan hidup tanpa rasa bahagia, akan membuat kita merasa berat menjalaninya. 

Ayo, semangat, dan rasakan betapa kehidupan itu penuh misteri yang makin membuatnya menjadi menarik dan penuh dengan berjuta warna yang menghias dunia. Ukirlah pelangi bersama dengan pasangan tercinta dengan kecerdasan finansial. Sampai jumpa, semoga bermanfaat.

Wassalamualaikum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih sudah berkunjung. Silahkan komentar yang baik dan sopan, agar saya bisa mengunjungi balik blog anda.

Game Level 12 Aplikasi VideoShow

Assalamualaikum , Hari ini hujan sangat lebat menyirami bumi. Tanah basah, tanaman tersirami. Alhamdulillah, tak perlu menyirami ...

Popular Posts