Selasa, 06 Maret 2018

Pohon Literasi Slumuth Family



Assalamualaikum

Halo ceria hari ini? Walau hujan membasahi bumi, semangat tetap dijaga ya? Juga kesehatan. Dan jangan lupa untuk bahagia. Dan hari ini Slumuth Family mulai masuk hari keenam di tantangan 10 hari, game level 5. Nah kali ini saling bercerita apa ya?


Yes, hari ini masih paksu yang membaca dan menceritakan kisah yang dibacanya. Bukunya masih tentang Spiritual Amyrai karya Ary Ginanjar Agustian. Emm ini sebuah kisah yang menyentuh hati kata paksu.

Wow penasaran dong saya, langsung merapat sambil melihat paksu yang bersiap menceritakan sedikit kisah di buku. Dan saya yang mendengar kemudian menuliskannya di sini.

Judulnya Hachiko
( Inspirasi Kesetiaan Sampai Akhir Hayat )

Pertama datang ke stasiun kereta api Shibuya, penulis heran melihat ada sebuah patung berbentuk anjing. Dan saat tertentu ramai dilihat orang dan sangat dihormati. Itu ternyata patung Hachiko, anjing yang kisah hidupnya begitu memberi pesan penuh makna.

Kisah Hachiko

Bahkan kisahnya dimasukkan dalam buku pendidikan moral untuk murid kelas 2 di sekolah Jepang. Hachiko adalah seekor anjing yang lahir di Odate, 10 November 1923 yang kemudian diambil seorang profesor bernama Hidesaburo Ueno yang menjadi seorang dosen di Universitas Kekausaran Tokyo.

Kehadiran Hachi mengisi hari sang profesor yang memang pecinta anjing. Rumah keluarga Ueno tak jauh dari Stasiun Shibuya, setiap hari saat Profesor Ueno berangkat kerja, Hachi selalu mengantar dan saat pulang menjemput datang ke Stasiun Shibuya.

Rutinitas itu dilakukan setiap hari sehingga menjadi kebiasaan. Hal itu berlangsung setiap hari, hingga pada 21 Mei 1925, Hachi tak pernah lagi bertemu dengan majikannya. Ya..Orofesir Ueno meninggal karena serangan stroke seusai rapat di kampus.

Namun, yang menyentuh hati, Hachi tidak mengerti bahwa Profeso@Er Ueno sudah tiada. Hachi terus menunggu di stasiun Shibuya dan tak mau makan selama 3 hari.

Kemudian, Hachi pun dirawat oleh beberapa orang, namun selalu tidak bertahan lama. Nasibnya begitu menyedihkan. Tak ada seorang pun yang begitu menyayanginya seperti Profesor Ueno.

Di akhir musim gugur yang dingin, tahun 1927, Hachi dititipkan pada Kikusaburo Kobayashi tukang kebun yang pernah bekerja di keluarga Ueno. Rumah Kobayashi juga terletak tak jauh dari Stasiun Shibuya. Dan disitu setiap sore hari, sekitar kepulangan Profesor Ueno, Hachi terus menunggu. Ahh...tak terasa mata ini terasa menganak sungai mau menangis.

Membayangkan betapa rindunya Hachi pada majikan yang menyayanginya dan andai tahu bahwa tidak akan pernah bertemu kembali. Hachi...ooh Hachi..

Namun ternyata ada orang yang memperhatikan gerak - gerik Hacchi. Seandainya tak ada yang mengamati, menuliskan,  dan mempublikasikan kisah Hachi akan terkubur begitu saja dan Slumuth Family  juga teman - teman tidak akan pernah tahu kisahnya.
Dia adalah Hirokichi Saito dari Asosiasi Pelestarian Anjing Jepang yang tersentuh dengan kisah Hachi dan menuliskan juga mengirim ke Harian Tokyo Asahi Shimbun dengan judul '' Itoshiya roken monogatarai'' atau '' Kisah Anjing Tua yang Tercinta''.

Masyarakat Jepang kemudian mengetahui kisahnya dan menyayanginya dengan menambahkan kata ko ( sayang ) di belakang namanya Hachi menjadi Hachiko.

Kemudian untuk mengingatnya seorang pematung membuat patung Hachiko dari perunggu. Dan Pada 8 Maret 1935, pukul 06.00 Hachiko ditemukan tewas di dekat jembatan Inari, Sungai Shibuya. Saat itu usia Hachiko berumur 13 tahun setelah selama 10 tahun selalu datang ke Stasiun untuk menjemput tuan yang dicintainya.

Akhinya sebagai penghormatan, Hachiko dimakamkan di samping tuannya di Aoyama. Dan patung Hachiko menjadi tempat pertemuan jika ada yang berjanji.

Hhh, rasanya begitu menyentuh, bahkan seekor anjing bila disayang akan memberi balasan kasih sayang dan kesetiaan. Maka sebagai makhluk paling mulia, seyogyanya manusia pun selalu mengingat jasa dan kebaikan orang lain.

Demikian Slumuth Family Reading Time hari ini, semoga bermanfaat. Teman apa pesan moral bukumu hari ini?

Wassalamualaikum

Sumber

Ary Ginanjar Agustian, Spiritual Samurai, Hachiko,Juli 2010, PT Arga Tilanta

1 komentar:

Logo Sebagai Identitas Usaha

Assalamualaikum, Halo teman - teman? Apa kabarmu hari ini? Ahad yang ceria ya, semoga bisa berakhir pekan dengan bahagia dan penuh m...

Popular Posts