Jumat, 02 Maret 2018

Pohon Literasi Slumuth Family


Assalamualaikum

Halo teman - teman, jangan bosan bertemu dengan saya lagi. Yes di cerita Slumuth Family hari kedua game level 5, kelas bunda sayang. Makin menarik karena materi yang diangkat seputar menstimulasi minat baca.

Tidak dipungkiri bahwa minat baca bangsa Indonesia masih harus ditingkatkan. Jadi perlu motivasi kuat terutama dimulai dari diri sendiri dan keluarga. Maka membuat agenda membaca bersama yang kami namakan '' Slumuth Family Reading Time'' menjadi hal yang mengasyikan.

Akan tetapi agenda membaca di Slumuth Family hari kedua ini dilakukan secara spesial xixi. Ya..karena sedang perjalanan. Tadi setelah Subuh, langsung ke Bandara Radin Inten II di Lampung menuju Bandara Soekarno Hatta, Banten. Bersama paksu yang menemani saya untuk hadir di acara Pesta Netizen Blog & Vlog Competition bersama Bank Indonesia. Acara diadakan di Museum BI yang terletak di kota tua, Jakarta.

Tiba di Soekarno Hatta kok masih pukul 09.00 WIB, sedangkan registrasi peserta dan chek in hotel mulai pukul 14.00 WIB waw lama kan? Jadilah waktu yang ada digunakan untuk membaca buku sambil duduk bersantai di lorong keluar bandara, kemudian juga mencoba kenyamanan Skytrain Kalayang keliling terminal bandara gratis hehe.

Setiba di Hotel Grand Mercure Jl Hayam Wuruk, Harmoni, saya pun rehat dan lanjut membaca. Sambil tetap berkomunikasi dengan paksu tentang buku yang saya baca. Paksu juga mengingatkan saat ada waktu segera menulis tugas sedikit demi sedikit mengingat selepas Ashar acara padat sampai pukul 21.00 WIB. Baiklah..

Lanjut ya, halaman yang saya baca berisi bahwa dalam tahap belajar, ada empat tingkatan, menulis pun demikian.
Yaitu TAHU - BISA - TERAMPIL - MAHIR ( TBTM ). Jadi dalam dunia tulis menulis pun jika terus menerus mencoba dan latihan akan sampai pada tahap akhir yaitu EXPERT atau MAHIR.

Daun Buku, Judul Kitab Writer Preneur

Jangan sampai bersemangat menulis di awal dan mengalami penurunan di akhir, sehingga sebuah tulisan tidak bisa diselesaikan. Maka motivasi diri yang kuat mutlak diperlukan. Fasilitas dalam menulis, wawasan juga persiapan mental.

Menulis juga bisa dijadikan terapi bagi diri, mengurangi stres juga menambah semangat dan percaya diri. Menulis dapat mengikat memori yang sewaktu - waktu dapat dilihat dan dibaca kembali.  Namun butuh konsistensi dan komitmen yang kuat agar bisa terus berlanjut. Wah luar biasa isinya. Dan paksu juga setuju, mulai menulis hal sederhana, dimulai dari diri sendiri yang tentunya kaya akan ide yang tak kan habis untuk digali.

Demikian tadi cerita hari kedua di Slumuth Family. Semoga bermanfaat, Jadi sudah membacakah hari ini? Semangat..

Wassalamualaikum





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Garam sebagai Pemberi Cita Rasa Asin

Assalamualaikum , Halo apa kabar semua? Hari ini sungguh hari yang padat kegiatan dan menyenangkan. Bulan ramadhan berjalan dengan l...

Popular Posts