Selasa, 13 Maret 2018

Pohon Literasi Slumuth Family





Assalamualaikum

Apa kabar teman - teman semua? Semoga selalu dalam keadaan baik dan sehat. Hari ini cuaca adem, karena hujan seharian. Sampai matahari pun memilih bersembunyi dan tak memunculkan sinarnya. Nah, hari ini juga masuk hari ketiga belas. Masih di game level 5, kelas bunda sayang.


Yes, masuk hari ketiga belas, mulai lagi paksu yang membaca buku. Tapi kali ini buku yang ringan saja biar asyik donk Slumuth Family Reading Time nya heheLebih tepatnya sebuah novel yang berjudul Sepatu Dahlan buah pena Khrisna Pabichara.

Ini memang ditulis berdasarkan inspirasi kisah hidup Pak Dahlan Iskan saat beliau menjabat sebagai Menteri BUMN. Jadi ceritanya dimix antara nyata dan imajinasi. Ya sesuai sebagai novel.

Ow ya...wah pasti ceritanya menarik, saya berkata dalam hati. Dan bersiap menyimak isi dari novel yang dibacakan paksu. Pembacaan novel dimulai dari prolog.

Prolog yang menceritakan titik balik kehidupan seorang Dahlan Iskan yang harus melakukan transplantasi liver di negeri Cina karena mendapatkan donor liver yang cocok di sana. Setelah pencarian sekian tahun , akhirnya bertemu dengan sesosok pemuda berusia 25 tahun yang bersedia menjadi pendonornya.

Ya namanya cangkok liver, kemajuan teknologi memungkinkan hal itu terjadi dan pertolongan Allah tentu saja. Dan berhasil membuat seorang Dahlan Iskan melanjutkan hidup dan menjadi orang yang beruntung.

Kehidupan mendidik Dahlan kecil dengan keras. Baginya, rasa perih karena lapar adalah sahabat baik yang enggann pergi. Begitu pula dengan lecet di kakinya, bukti perjuangan dalam meraih ilmu.

Ya, dia harus berjalan kaki berkilo -kilometer untuk berskolsh dan tanpa alas kaki. Pulang sekolah masih harus bekerja demi sesuap nasi. Ikut tandur juga melatih tim voli anak - anak juragan tebu.

Semua itu tak membuat Dahlan Iskan putus asa. Dan keceriaan anak - anak tetap dirasakan karena kelembutan hati ibu juga ketegasan ayah. Persahabatan dengan teman seperjuangan makin memupuk semangatnya.

Keinginannya adalah memiliki sepatu dan sepeda. Yang diperoleh dari hasil keringat sendiri. Bagaikan pesan moral bahwa jika ingin mendapatkan sesuatu maka harus berdoa dan berusaha. Berakit - rakit ke hulu, berenang - renang ke tepian. Bersakit dahulu sebelum senang.

Wah, luar biasa ya pengalaman dan perjuangan masa kecil seorang Dahlan Iskan. Sampai mencapai posisi sebagai seorang Menteri BUMN namun tetap ramah dengan ciri khasnya memakai kemeja putih dan selalu memakai sepatu kets.

Demikian cerita di Slumuth Family di game level 5. Membaca memang memperkaya rasa memahami nilai sebuah perjuangan. Suka dan duka adalah warna kehidupan. Semangat membaca teman, apa cerita menarik dari bukumu? Semoga bermanfaat.

Wassalamualaikum

Sumber Informasi
Khrisna Pabhicara, Sepatu Dahlan, Triogi Novel Inspirasi Dahlan Iskan, Noura Books

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Logo Sebagai Identitas Usaha

Assalamualaikum, Halo teman - teman? Apa kabarmu hari ini? Ahad yang ceria ya, semoga bisa berakhir pekan dengan bahagia dan penuh m...

Popular Posts