Sabtu, 31 Maret 2018

Berbagi dan Bermanfaat





Assalamualaikum,

Sebelum mengalirkan rasa, ingatan saya terasa diputar kembali saat masih mengikuti MIIP Batch #4. Benar - benar saat itu bersama teman - teman semangat belajar dan bergandengan tangan untuk selesai, lulus.


Dan kala itu, saat ada teman yang belum mengerjakan NHW, kami akan saling japri untuk mengingatkan.

Waktu berputar, hari terus berganti. Sampai tiba pembukaan matrikulasi batch 5 yang banyak ditunggu. Dan saya mendapat kesempatan untuk bergabung di dalamnya sebagai fasilitator. Tapi untuk kali ini fasilitator MIIP Batch #5, harus melalui seleksi ketat. Wow...memacu jiwa saya.

Tahapan - demi tahapan terlampau dengan izin Allah. Selamat mengarungi  dunia Fasilitator hehe. Saya anggap Allah sedang memberi kesempatan pada saya untuk bisa mulai berbagi dan bermanfaat walau yah..mungkin bukan hal yang besar. Tapi saya bersyukur, dan bahagia menjalaninya. Dengan dukungan penuh dari paksu, kurang lebih 9 pekan saya menjalankan tugas  menemani teman - teman di kelas MIIP Batch#5 untuk  DKI Jakarta 4.




Yang sangat menarik adalah, saat mulai memasuki materi ke 7, materi ke 8, dan materi ke 9. Ini benar - benar membuat peserta matrikulasi mulai menemukan apa yang diinginkan. Dari ranah Suka - Bisa , Suka - Tidak Bisa
Tidak Suka - Bisa, dan Tidak Suka- Tidak Bisa. Kemudian dilanjutkan dengan Be Do Have dan Social Ventura. Ini saya makin banyak japrian dan curhatan.

Dan saya siap menjadi teman, menjadi pendengar, memberi masukan, memotivasi untuk mendorong peserta menemukan solusinya sendiri. Ya, karena setiap rumah, setiap individu tentu memiliki jalan berbeda dalam hidup.

Teringat saat pagi - pagi membuka chat  bahwa ada yang ingin mundur saja karena rasanya bertentang pendapat dengan paksu. Dan cerita pun mengalir, setelah selesai, saya ajak diskusi, bahwa untuk mengajak pasangan berubah, haruslah dimulai dari diri sendiri untuk berubah menjadi lebih baik. Coba untuk tidak banyak menuntut, tapi fokus dengan niat belajar. Alhamdulillah bertahan sampai pekan 9 dan lulus.

Kemudian bagaimana jika kita ingin segera berbagi, tapi masih belum dapat dukungan dari pasangan?  Saya hanya bisa memberikan pandangan. Bahwa di Ibu Profesional, izin suami adalah seperti Surat Izin Melangkah. Tetap berbaik sangka pada Allah, terus dekati dan berbakti pada pasangan. Jika izin belum turun, artinya mungkin belum saatnya untuk berbagi keluar, jadi fokus kuatkan peran dari dalam rumah. Jika dapat izin, berarti saatnya menambah kebermanfaatan diri di luar rumah.

Menemani teman - teman belajar, berdiskusi, saling ledek dan colek di grup membuat hubungan di kelas makin hangat. Sesi Jumat Hangat berjalan begitu meriah dan ceria. Ada saja tema yang diusung untuk sesi mengenal lebih dekat. Ada yang cerita, game, bahas IT dan masih banyak lagi.
Dari sesi ini juga terlihat potensi yang menonjol. Seru..pokoknya. Emot - emot lucu bertaburan.

Bahkan saat ada pertukaran pelajar, semua saling dukung dan ikut penasaran hehe..jadi mereka menerka dan membayangkan seperti sesi 30 Menit Lebih Dekat.

Saya pun sejak awal menyiapkan diri, hanya ingatlah hal yang baik untuk kemajuan. Catat hal yang kurang, untuk perbaikan. Ya tentu saja tiada gading yang tak retak. Saya dan teman - teman peserta semua sedang dalam lingkaran proses belajar.

Perlahan namun pasti, disetiap permulaan akan ada akhir. Setelah nanti pengumuman kelulusan tentu saja saya harus berpisah dan kembali ke Lampung. Ini membuat saya belajar banyak hal. Bahwa belajar, yang dilihat adalah prosesnya. Seberapa konsisten dan komitmen teman - teman belajar di kelas matrikulasi ini sungguh patut diacungi jempol.

Diantara kesibukan dan hiruk pikuk urusan, teman - teman tetap semangat. Tak mau menyia - nyiakan kesempatan yang ada. Terus belajar, berubah menjadi lebih baik. Demi kemuliaan peradaban. Ibu adalah soko guru peradaban. Dan peradaban dimulai dari rumah. Terus semangat dan semoga bermanfaat.

Wassalamualaikum

Lampung, 31 Maret 2018
Linda Dwihapsari

Aliran Rasa Fasilitator
Saat membersamai kelas MIIP Batch#5 untuk DKI Jakarta 4 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Berapa Jumlah Nastar Yang Dibuat?

Nastar Homemade Assalamualaikum , Mengasah kecerdasan matematika logis untuk anak memang menjadi hal yang luar biasa. Karena se...

Popular Posts