Senin, 04 Desember 2017

MELATIH KEMANDIRIAN PASANGAN HARI KELIMA GAME LEVEL 2


Assalamualaikum,

Halo Senin apa kabar? Hehe semangat dong ya. Ini awal pekan yang terik bin cerah kalau di Lampung. Walau prediksi BMKG meyatakan bahwa Angin Dahlia melintasi sebelah Barat Sumatera, Alhamdulillah di Bandar Lampung aman.
Terus tantangan 10 hari masih lancarkah? Mari ikuti catatan saya ya.
Senin ceria ini tanggal 4 Desember 2017, masuk hari kelima di game level 2 kelas bunda sayang. Tema masih berhubungan dengan melatih kemandirian pasangan. Dibutuhkan komitmen juga konsistensi untuk bisa terus melanjutkan tantangan sesuai dengan yang saya diskusikan dengan paksu. Perlu dorongan motivasi dan menyediakan apa yang dibutuhkan agar saat menjalankan tantangan paksu merasa nyaman.

Maka pagi hari ini, saya pun seperti biasa, mendampingi paksu untuk melakukan tantangannya, yaitu menggoreng kerupuk singkong. Ya, kebetulan juga di rumah adanya kerupuk singkong. Jadilah kerupuk singkong itu yang digoreng. Kerupuk singkong buatan tetangga di kampung.

Hal pertama yang dilakukan paksu adalah meletakkan penggorengan di atas kompor dan menuang minyak goreng. Kemudian menyiapkan kerupuk, serok, dan irik atau wadah bambu, untuk meniriskan kerupuk sebelum disimpan di stoples.

Saya pun hanya mendampingi, sambil membuat menu sarapan pagi. Saya lihat paksu mulai memasukkan kerupuk sedikit - sedikit setelah minyak goreng panas. Diaduk - aduk agar tidak gosong. Tangannya juga luwes saat memasukkan kerupuk ke minyak panas. Tenang dan tidak panik karena takut terciprat minyak.

Membalik kerupuk

Wah, semoga hari ini lancar, doa saya dalam hati.
Setelah dirasa cukup matang kemudian kerupuk diambil menggunakan serok dan dipindahkan ke irik ( wadah bambu ) agar sisa minyak tiris. Paksu terus menggoreng sampai kerupuk kira - kira dapat satu stoples.

Kerupuk singkong yang telah digoreng ditiriskan
 terlebih dahulu

Emm, saya pun melihat dan memeriksa hasil tantangan yang dikerjakan paksu. Oh sudah bisa menggoreng kerupuk. Ga  gosong. Sambil mencicip kerupuk hangat yang sudah matang dan tiris. Kriuk bunyi kerupuk yang renyah saya gigit perlahan. Gurih juga rasanya, rasa singkongnya mendominasi.

'' Yah, kerupuknya ga ada yang gosong. Waw hebat, terima kasih ya sudah melakukan tantangan hari ini sekaligus membantu menggoreng kerupuk.'' Saya memberikan apresiasi atas hasil yang dikerjakan paksu.

Kerupuk singkong siap dimasukan
 toples dan dimakan


" Ya sama - sama. Terima kasih juga, Ayah dibantu untuk belajar mandiri. Ternyata yang namanya pekerjaan dapur itu luar biasa kompleksnya ya. Banyak macamnya, dan harus fokus juga walau cuma menggoreng kerupuk.'' Paksu menjawab.

'' Lha, iya Yah. Kalau tidak fokus bisa berbahaya. Maka saat di depan kompor ya harus fokus dan tidak ditinggal pergi - pergi. Jadi aman dan nyaman.'' Saya memberikan pendapat.

Memang diakui ataupun tidak, yang namanya urusan dapur itu banyak sekali bagiannya. Tapi beruntunglah saya yang memiliki pasangan dengan empati tinggi dan mudah diajak kerjasama untuk berbagi tugas.

Jadi, saat saya merasa tidak enak badan, atau ada keperluan pulang ke rumah ortu, rumah yang saya tinggal tetap rapi. Bahkan saat tahun 2015 saya tinggal ke Yogya operasi dan perawatan pasca operasi selama 2 bulan, rumah juga rapi dan tetap terawat. Lantai licin, debu juga bersih. Senangnya.

Kemandirian pasangan memang terbentuk dari pola asuh dan pendidikan keluarga, tinggal mengulang saja saat ini agar terbiasa. Jadi makin hari tantangan 10 hari ini memberikan dampak yang positif. Kuncinya komunikasi produktif tetap berjalan.

Demikian catatan hari ini di Slumuth Family. Terus semangat membersamai pasangan untuk melakukan tantangannya. Dan jangan lupa selalu hargai apapun hasilnya. Berikan senyum terindah dan tulus. Semoga bermanfaat.

Wassalamualaikum

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sambal Kedondong, LINDA FOOD Day 71

Assalamualaikum , Halo berjumpa lagi dengan LINDA FOOD untuk bercerita tentang progres rencans project di Ruang Berkarya Ibu. Kali...

Popular Posts