Rabu, 26 April 2017

Pulang Kampung

Romantika Hidup di Kampung Halaman

Assalamualaikum,
Halo teman-teman semua, semoga selalu semangat ya.
Pernah donk merindukan suasana kampung halaman? Emm suasana damai, gotong-royong, kepedulian, saling sapa, saling berbagi. Benar-benar membuat makin rindu.

Desaku namanya Pulung Kencana, termasuk dalam Kabupaten Tulang Bawang Barat. 3,5 jam perjalanan dari Ibu kota propinsi, Lampung. Desa yang penduduknya berasal dari berbagai macam suku. Ada yang merantau, ada juga yang karena dahulu orangtuanya masuk dalam program transmigrasi pemerintah.




Ya..kalau di kota suasananya ramai hiruk pikuk. Juga terkadang antara tetangga tidak saling kenal.Berbeda dengan di desa. Keakraban dan keramahtamahan itu sangat terasa sehingga tak heran jika saat kita pergi ke pasar, berjalan pagi pasti ada tetangga yang menyapa dan mengajak bercakap-cakap. Asyik bukan. Dan kalau ada tetangga yang panen kita bisa dapat jatah hehe...begitu juga jika dirumah panen tentu tetangga dapat jatah juga. Alhamdulillah bisa merasakan indahnya berbagi. Karena kita harus ingat bahwa di dalam rezeki kita, ada sebagian hak orang lain yang harus kita berikan.

 


Penduduk desa memiliki berbagai macam mata pencaharian. Ada yang berdagang, bekerja di kantor pemerintahan, pendidik, tenaga kesehatan dan yang terbanyak tentu saja sebagai petani. Petani yang mengelola sawah, petani singkong, berkebun karet. Jadi walau di desa, tetapi tingkat pendidikan generasi mudanya tak tertinggal dengan yang tinggal di kota. Karena hasil perkebunan terutama karet yang diambil getahnya sangat menunjang kegiatan ekonomi penduduk desa.



Seperti kebanyakan rumah di desa yang halamannya luas, rumah masa kecil kamipun halamannya luas. Di belakang ditanami singkong konsumsi, pisang, juga ada pohon kelengkeng.







Di halaman depan ditanami sayuran seperti kacang panjang, ubi jalar, bayam daun lebar juga kemangi.
Suka sekali saat pulkam masa panen sayuran wow..





Hemm paling senang saat pulang kampung jalan-jalan ke sawah, melihat hijaunya tanaman padi. Malai padi yang menunduk nampak bernas berisi yang menandakan rumpun padi sehat tidak terserang hama. Sawah di desa menggunakan sistem sawah irigasi. Jadi dalam satu tahun bisa panen 2 kali dan 1 kali gadu. Gadu artinya menanam padi diantara musim tanam pada umumnya, hanya kalau sistem gadu, hasil panen tak sebaik mysim tanam biasa.




Demikianlah kebahagiaan saya ketika pulang ke kampung halaman. Udara bersih, penduduknya, suasananya hemm benar-benar selalu memanggil rasa untuk sering kembali. 

Wassalamualaikum,



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Logo Sebagai Identitas Usaha

Assalamualaikum, Halo teman - teman? Apa kabarmu hari ini? Ahad yang ceria ya, semoga bisa berakhir pekan dengan bahagia dan penuh m...

Popular Posts